Skip to main content

follow us

12 Kumpulan Kata-Kata Galau Terbaru 2018
Hati dan Ranting Itu Sama




Hallo sobat thepuisi. Lagi galau ya? Makanya cari kata-kata galau dan kebetulan kita berjodoh. Eh! Hehe! Tidak menutup kemungkinan, seseorang yang pernah atau sedang jatuh cinta, pasti mengalami kegalauan dalam hidupnya. Dibuat kecewa sama doi? Galau! Dibuat kesal sama doi? Galau! Dibuat cemburu? Galau! Apalagi putus sama doi? Uh, galaunya sampai ke akar-akar kali ya? Duh, kok jadi lebay ya? Haha! Mungkin beberapa kata-kata di bawah ini mewakili isi hatimu. Yuk, galau bareng-bareng, eh ... maksudnya langsung aja yuk, simak kata-kata galau terbaru 2018 versi thepuisi.


1. Sandal Sebelah
“Jangan biarkan aku seperti sandal yang kehilangan pasangannya.”
Semua pasangan pasti menginginkan hubungannya tetap utuh dan saling berdampingan. Ibarat sandal yang kehilangan pasangannya, tidak akan lengkap. Berjalan hanya dengan satu sandal rasanya ada yang kurang bukan? Begitupun hidup seseorang tanpa adanya pendamping dalam hidupnya.

2. Ranting yang Rapuh
“Ranting tidak akan bisa patah begitu saja, jika tidak ada yang mematahkannya.”
Setegar atau sekuat apapun seseorang jika berhubungan dengan yang namanya cinta, tetap saja hatinya akan terluka. Apalagi yang memang benar-benar mencintai, ketika orang yang dicintai membuat kecewa, maka kondisi hatinya ibarat ranting yang mudah patah. Rapuh dan tak berdaya.

3. Pemeran Terbaik
“Kau begitu hebat memainkan peranmu, dan aku begitu bodoh menerima apapun permainan yang kaubuat.”
Seseorang yang tidak bisa melihat mana ketulusan dan kebohongan. Karena telah tertipu daya oleh cinta yang fana.

4. Kandas
“Mencintaimu adalah anugerah terindah dalam hidupku. Tapi melepaskan setelah mengenal keluargamu adalah hal yang paling menyakitkan dalam hidupku. Mengapa kita di pertemukan, jika pada akhirnya akan berpisah jua?”
Hal yang paling sulit dalam menjalin hubungan adalah ketika sudah lama berhubungan dan dekat dengan keluarganya, hubungan kandas begitu saja. Sedang hati terlanjur nyaman dengan doi dan keluarganya.

5. Tak Separah Luka di Hati
“Terluka karena silet, tak sebanding dengan perihnya hati ketika cinta yang kuberi kaubalas dengan sebuah pengkhianatan. Kecuali terluka karena silet berkarat.”
Luka karena benda tajam, apalagi hanya silet—perihnya hanya sesaat. Namun, luka di hati karena sebuah pengkhianatan, butuh waktu yang cukup lama agar melupa bahwa hati pernah terluka untuk menerima cinta yang baru. Dan itu semua membuat seseorang mati rasa.

6. Serahkan Takdir Pada-Nya
“Tahukah kamu? Diam-diam aku melibatkanmu dalam doa dan rencana masa depan. Namun (mungkin) tidak dengan kamu.”
Seseorang yang sudah terlanjur kecewa kepada pasangannya. Tidak lagi banyak harap, hanya menyerahkan takdir kepada Sang Pemilik Hati; Tuhannya.

7. Cinta Bertepuk Sebelah Tangan
“Aku! Raga yang selalu menantimu dalam doa. Jiwa yang berharap penuh atas hatimu. Tapi apalah daya, aku bukan siapa-siapa bagimu.”
Pada kalimat ini, bacanya aja nyesek banget ya. Apalagi kalau ngalaminya. Duh, sakitnya tuh di sini (nunjuk hati)! Bagaimana tidak, orang yang selalu disebut dalam doa, berharap banyak, namun nyatanya tidak ada sinyal yang kuat akan bersatunya mereka. Justru yang terjadi hanyalah, cinta bertepuk sebelah tangan.

8. Hanya Ekspektasi
“Kutatap punggungmu yang kian menjauh. Hingga hati ini berbisik, “Berbaliklah ke arahku!” Namun hadirmu hanyalah ekspektasi indahku.”
Terlalu berharap untuk seseorang yang sedang beranjak pergi meninggalkan segala perasaan yang pernah dibangun bersama. Banyak harap yang terselip dan mimpi yang dibangun, namun semuanya semu.

9. Susah Move On
“Tersiksa! Itulah jerit batinku saat kau tak lagi bukakan pintu hati untuk rasa yang tak dapat berpaling darimu.”
Seseorang yang masih mencintai tambatan hatinya, namun sudah ada yang menggantikan posisinya. Di satu sisi ada yang bahagia, tapi di sisi lain—ada hati yang masih dengan setia menanti, meski harus mencintai yang telah pergi. Kembali pun, rasanya tidak mungkin.

10. Hening Tak Berujung
“Diamku dan diammu kini beradu. Aku yang seolah mengabaikan. Dan dirimu yang nampak semakin menjauh; hilang tinggalkan rasaku.”
Kita tidak lagi bertegur sapa, seolah mengabaikan padahal masih mengharapkan perhatian dan saling merasakan takut kehilangan.

11. Air dan Minyak
“Bagai air dan minyak. Itulah kita!”
Sekeras apapun usaha untuk menyatukan, tetap saja tidak akan pernah berhasil. Sebab, segala perbedaan yang telah berhasil menghancurkan ikatan batin di antara kita.

12. Sidratul Muntaha
“Egomu melampau Sidratul Muntaha.”
Seseorang yang memiliki ego yang teramat besar, hingga tak seorang pun dapat menaklukkannya.


Lampung, 16 September 2018
Penulis : Princess Meymey & Wind

You Might Also Like:

Comment Policy: Silakan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar