Skip to main content

follow us


The Puisi  Di negri kita tercinta ini, puisi masih jadi wadah utk mengekspresikan perasaan seseorang, membacanya menyejukkan hati dan seringkali memiliki pesan khusus pada dalamnya. Oleh sebab itu, pada catatan kali ini kami menyajikan segenap puisi galón singkat dalam dan jelas, puisi faja sejati yang romantis kemudian juga islami.


Aku tak pernah berpikir mencintaimu, walau cuma sekejap.
Akan tetapi yang berlangsung tak ubahnya nasib yang terbalik alur.
Aku mencintaimu sejak kali pertama,
saat lembut sapamu terucap john mata lugumu
menggugat.
Dengan tidak kusadari lajunya, dua tahun ana sudah
menunggumu.
Mengurungku dengan cinta satu-satunya.
Kubela sama sekali tanpa harus aku bertanya-tanya.
Bukankah cinta sungguh tak pernah butuh alasa, meski
cuma satu huruf? Sepertinya iya…!

Terjerat kangen yang merapal bernama di awd kedip
mata. Entah semu atau nyata, setidaknya kukira ini
banda. Semoga…

Menerka rencana hati dengan tidak praduga. Menemukan jalan
ke rumah hatimu. Masih jauhkan perjalanan yang
harus kutempuh? Beri ana tanda, meski hanya sebatas senyum.

Sepertinya kudapati lugu senyumnya mengais tulus
detik sekarang. Setidaknya, ‘kebersamaan’ yang teretas dari
senja hingga dini, mendakwa rasaku untuk kembali
takluk padanya. Lagi…!

Getar tersebut tak oleh sebab itu, menepi. Kangen itu tak jadi
meratapi basi. Kasinys yang kupelihara di tepian asa,
siapa sangka menampilkan pesona indah malam ini,
finally.

Terusik kangen yang menelusup di seluruh kedip mata.
Dua hari menapak jejak bersama, sudah memagut
getarku tak bersisa, sepertinya…

Begitu bermaknanya sebuah kebersamaan
hingga ku tak mengerti lagi dengan apa kutepikan adamu,
sejenak saja.

Setelah menyesakkan & menyisakan lirih seketika
saat kubuka mata, tahu-tahu aku tersadar,
kamu tak nyata di dekatku hari di sini..
Cinta ini begitu indahnya.
Hanya untukmu!

Inikah saatnya kuluruhkan keakuanku?!
Mendakwa satu rindu untukmu,
menepikan setip inci logika akhirnya menjadi cinta
yang seia berdamai dengan palung jiwa.
Kayaknya, aku mesti melakukannya!
Tidak merupakan semata rindu yang menggerontangkan bejana oreja,
tapi jauh karena tulus yang menasbihkannya.
Apa adanya, begitu aja!

katakanlah lainnya
dalam bentuk
apapun.
Bawalah aku
ke manapun.
Bersama-sam cinta
yang aku himpun.

Tuliskan rasamu …
biar nyenyak kantukku.
Sebelum mimpi
semakin larut dalam
perjalanan bintang
menunggu fajar.

Khayalan sudah
letih memutar-mutar
gambar, ia berharap
jadi nyata … mangante
dengan historia.

Kasih, satu pelukan
merupakan seribu
kata-kata bagiku.

Baca Juga : Puisi CInta LDR - Waktu Tertawa , Jarak Menyiksa


Cinta tersebut gila
Saat aku harus bertingkah gila
Cinta itu aneh
Sewakti aku wajib berbuat aneh
Cinta tersebut buta
Ketika aku mesti menjadi buta
Cinta tersebut ah película
Ketika aku harus mengatakan … oh cinta.

Jika sekarang memang filme, aku semata-mata tahu teknik cara
mengungkapkannya dalam ketelanjangan apa hadirnya:
dengan segenap raga, hati, dan jiwaku yang mengulum
kepasrahan tanpa syarat.

Aku tidak sanggup marah
karena bagiku kamu adalah anugerah terindah yang
mendekap barisan hariku penuh bahagia tumpah ruah
Sepotong senyum yang kau titipkan pada arakan senja,
menghapus kesalku adalah tawa merekah
Dan rinduku riba-tiba dipenuhi keindahan yang
berlimpah.

Melibas gelisah, memamah resah pada gerimis yang basah
Terlupa keseluruhan khayalku akan rekah yang masih
bersembuanyi pada arakan risau lemah
Meniti tak pasti dalam jembatan hatiku, menguras lelah
yang menjamah.


Dan ….
Aku masih betah menunggu matamu yang selalu indah
hingga mata ini takluk rebah serius buaian mimpi indah
merekah.

Inikah sebuah pertanda? Pertama saat tatapku yang
bergulir nyata pada beningnya matamu, telah memasung
bahagiaku tanpa ampun. Tak peduli seberapa lemah getar
tersebut menyisir kalam batinku. Aku hanya mengerti, ada rindu
yang kujaga untukmu.


Sekarang hanya sebuah cara saja
Untuk ana tetap dapat mencintaimu
Akhirnya menjadi seorang bangsat yang diajarkan membunuh
Membunuh segala ketidakpastian semata

Akhirnya menjadi oecundang yang merelakan terbunuh
terbunuh ketidakwarasan jiwa.

Puisi Cinta Romantis Pendek

Mengenalmu merupakan anugerag
Menyakitimu serupa larangan
Pertemuan menjadi kebahagiaan.

Tahukah kamu hal yang paling menyiksa?
Melihat kekecewaan di wajahmu.
Melihat matamu yang berkaca.
Seakan aku rasakan sesuatu yang sama, bahkan ekstra.

Rasanya aku dapatkan seribu bagaimana
mengembalikan senyummu.
mengembalikan kebahagiaanmu.
Tanpa kau sadari
kalian adalah sumber kenyamanan.

Untuk jadi aku sering merasa anteng.
Membuat jantungku berdetak lebih nyaman.
Aku ingin sekali mendampingimu.
Sebab itu kebahagiaanku yang nyata.

Tidak berucap walau kutahu kamu cinta
Melihatku saja bukan walau kutahu kamu rindu
Ya, begitulah kamu. Pembohong.
yang amat aku faja.

Takut… dia menyerangku!
Masuk ke dalam jiwaku, merobek & menusuk
sehingga hatiku kag terbaca juga
kalau aja takut adalah wujud dulk?
seharusnya ana bisa ditest menikmatinya.
Biarlah ketakutan sekarang membuatku merasakan sakit
membuatku sadar betapa kecil, lemah, dan rapuhnya aku.
biarlah pagi di sini. takut menemaniku.

Kalau nanti filme dan rindu tak terdengar
di telingamu lagi, percayalah doaku jadi setia
memeluk jiwamu hingga malam
yang menyendiri.

Ada jarak yang menjejak
Sampai kutub dalam hati kita.

Begitu bias bats nyata john maya
hingga segala terlepas dari pasta bersama
john sesat di pekuburan masih saja percuma
sampai yang baru terbujur layu tak seirama
lalu catatan lama serupa kata pertama
sampai terlupa ruparupa tanda baca.

Baca Juga : Kata Kata Motivasi - Mimpi Itu Dijemput , Bukan Hanya Sebatas Asa

Hingga berkesudahan pada mana final kisah
wujud antara yang semestinya sanggup diterabas
hingga benar-benar tandas perahu kertas
lalu nama-nama yang tertulis tak pula dieja
hingga frasa demi frasa serasa serangkai puisi
cinta yang baik setelah itu benar dengan tidak tanda lihat.

Aku memang pecemburu.
Aku cemburu pada apa saja.
Malahan pada embusan angin yang menyejukanmu.
Di dalam hujan
yang bebas menyentuh kulitmu
Di baju yang selalu menghangatkanmu

Kenapa?
Karena itu tidak merupakan aku!
Mesti jadi apa aku indonesia supaya dekat denganmu?

Merupakan angin?
Percuma, tak dapat kamu lihat.
Jadi atmosphere?
Percuma, tak bisa kalian genggam.

Akhirnya menjadi sosok nyata
Cukup membatasiku untuk mencintaimu
Dan kini aku sebatas bisa diam
Ditemani rindu yang murung di relung hati.
Menumpahkannya lewat syair untukmu.

Di malam yang diisi sunyi, aku memelukmu
dengan bermiliar rasa rindu.
Kudekap detak kita beradu.
Menatap matamu yang syahdu
Adalah kesukaanku.
Tapi apa daya, ana hanya mencintaimu
dalam hening, merindukanmu dalam jarak.

Kapan hujan turun?
Mengingatkanmu setetes saja
Dalam kenangan yang basah!
Siapa tahu kamu rindu.

Cinta!
Satu kata tanpa definisi.
Tidak membawa kejelasan
Walau dampaknya kuat terasa.

Cinta di sini. menuntut bagi tetap dekat tapi jarak tidak sepakat.
Rindu indonesia menuntut bagi tersampaikan seandainya waktu menolaknya.
Kalau begitu aku berdoa saja,
karena Tuhan tidak akan menolak doa, bukan?

Kamu itu majas
terlihat pelik dan yang lain.
Tapi full keindahan.

Masih anda
Sel-sel kepalaku tersekat kenangan.
setelah itu setiap puisi ingin tetap mengabadikan kalian.

Kamu paling populer di kepalaku.
Malahan saat aku tidur
Kepalaku tetap disibukkan olehmu.
karena kamu sering singgah di mimpiku.

Gawat! Kamu itu seperti sel aktif dalam otakku
kag pernah berhenti!

Gak usah ragu di kala aku bungkam
Untuk mencintaimu, aku tak mau berucap
Karena kamu ialah syair yang membuatku gugup melulu.


Puisi Cinta Islami

Hujan bulan Desember mendesah di tepian beranda
Keramaiannya mampir mengecap kursi tua
Memercik settings tipis menemani percakapan mimpi
Kabar bidadari tak kunjung datang bermain kegembiraan hati.

Di serius sehelai surat, harga kecemasan merambat pelan
Sesungguhnya telah tersimpan rahasia duri menyeringai tajam
Hitungan waktu tak lagi memudar
Hingga kelak menuntaskan luka dalam daftar penjang keramahan
Untuk sekedar membuka pintu
Bagi rindu membuncah terbungkus namamu.

Puisi Untuk Wanita

Duhai para wanita
begitu cantiknya jika kau menutup aurat.
sehingga mata para lelaki jauh dari maksiat.
Yang pada pake kaus yang bikin sesak atau pake celana ketat.
Jangan salahkan godaan lelaki berotak bejat.

Lebih indah dan berpahala jika kau berhijab.
Menggunakan baju lalu menutup aurat longgar.
Memakai minyak wangi semata-mata untuk suami
Berbusana islami agar dicintai Ilahi

Di dunia mulia karena takwa,
di akhirat jadi ratu bidadari surga.

Jadi kekasih
Adalah rasa pahit
Sulit kindertageseinrichtung tawar
Apabila sekadar pertandingan
Menelan ketakutan
karena final
Memainkan hati
Sebelum ia pergi
moho sekali.

Kaulah sang istriku
Penjaga bahagiaku
Sang ibu dari senyum-senyum yang terlahir itu.

Pada lembaran yang diujikan
esok pun seakan menjadi cells, basah
tangis dan tetesan ambiance mata oleh

terima kasih telah menguji sebelumnya
ujian yang sebenarnya.

Ana berada pada ujung geliat rindu yang tinggal
menunggu hari pengejawantahannya… di dekatmu,
bersamamu. Mungkinkah menjelma nyata?

Lebih dari sekadar menyanggupi janji, bersamamu
malam ini adalah anugerah yang bukan terkira. Berada
berdua saling menggenggam jemari di tengarai
gerimis, satu-satu. Bahagiaku telah mematuk nyata,
sesungguhnya.

janji siang itu urung meranut nyata dalam alurnya.
Lelah telah mengunyah ragaku tanpa daya.
“Istirahat, yall niggas. Esok kan masih nyata. ” pintamu.

Mataku terpejam kag mau. ragaku pun enggan
takluk pada malam yang menjemput dini. Tak sabar
kumenanti, bagi menatap wajahmu lekat,
dengan tidak jarak… siang nanti.

Baca Juga : Kumpulan Status Facebook Lucu Banget - Terbaru 2018 - 2019


Maaf bila aku ngakl lagi mampu berkata-kata bagi
mengungkapkan pada rindu yang sedari mulailah aku
ngakl pernah memungkirinya. Dan kamulah jua muara
akhirnya… maaf!

Bersandar pada kegamangan. Ditepis keseluruhan
rindu reguest kefanaan. Menepi diam di dalam
ketidakberdayaan setelah itu pudar..!

Sadarku tidak pernah nyata. Selalu aja berharap,
padahal mungkin percuma. Biarkan pun. Daripada
gelisah dan rinduku terkurung diam di singgasananya,
tak berdaya!

Alangkah baiknya diam mencumbu kesendirian, daripada
sapa dan rinduku tak menjemput nyata di ujung
penantian. Sejenak saja… diam!

Sakit ini makin menyudutkan ke dalam ruang rindu
yang tak bertepi. Menguras damba di batas sepi yang
melumat kehampaan. Huuuhh…!

Sapaku kag lagi memukat risau. cair sudah diammu
yang terpendar pada arakan galau. Kini, bisa
kubakukan sapamu pula dalam riuh bahagia yang
kemilau.

Membilas senja bersamamu. Ditimang getar yang
diam-diam menjelma tanpa ampun. Kenapa
hadirmu yang sekejap meninggalkan jejak rindu yang
memikat..

Jarak balik menyekat tatap. Setelah sepotong
kebersamaan membirukan senja, kini tak bisa
kuendus juga wangi tubuhnya yang membunuh setiap
inci sepi. Ana kangen!

pagi menceritakan
tentang dingin malam,
tentang kopi yang begadang,
dan doa-doa
sisa weather mata.

Kukira setelah kamu lihat tulisan di sini.,
kamu tentang paham cerita kita. Pasti
cara yang terbaik semestinya tidak sebatas
menunggu. Akan tetapi penantian itu telah
merabunkan mataku pada kemuliaanmu,
sehingga aku terperangkap nafsu oleh.

Semua jangan disesali. Jalan takdir
kita berbeda.
Selamat! Kudengar anda sebentar juga akan menikah.
Kukira ia jauh berlimpah pantas untukmu
dibandingkan aku. Ternyata ana masih
terlampau mentah bagi mekar bersamamu,
aku tena terlalu kanak-kanak
untuk mengiringi langkahmu.
Untuk lembar-lembar setelahnya,
tulislah kisah barumu.

Sesak menjejak setumpuk sajak
Hancur berkeping, di hamparan berserak
Dipanggang matahari yang sangsi, membakar semak
Bunga layu dihempas seteru saat beranjak semerbak
Sisanya diterbangkan angin kemarau, anyar saja sebabak.

Akan moho, tak seperti kisah selanjutnya. Sesuatu yang baru
Andai saja matahari tak seterik ini, jadi aku nantikan
ketika awan putih menari pada angkasa membiru
Itulah hatiku yang merindu menunggu di balik pintu
Bagi sejumput senyuman dan bujuk rayu.

Aku harap rerintik menghapus derita daun jendela
Dan embun di dedaunan dihempas panas segala
Walau sangat pagi kala itu. Di ufuk masih juga jingga
Kamu tahu, tetesan embun tersebut adalah sisa air-flow mata
Kutumpahkan dalam bumi pertiwi, tumpah darah kita.

(hari kemarin ataupun esok persis saja hari ini
duka dan gemar menjadi seirama lagu, matahari di luar, matahari pada hati
menyatu dalam kepiluan sukmaku).

Pegang erat ruas jemari
Tentang kusimak sajak kota tua
melodi patah hati menyesakkan setiap rongga dada
hilang kenyamanan seisi kota di ujung fatamorgana
Lepas semua cengkram yang mengekang bagimu
Hanya jiwa yang pasrah pada sebaris serapah
Jatuh merengkuh tanah, hujan senja tadi
Ia menyerah kalah, sumarah dalam sejarah.

Baca Juga : Kumpulan Kata Kata Mutiara Cinta Dan Romantis Yang Sangat Indah


Jejalan meraung garang, gedung menantang gaung
Engkau riang pada luar ruangan, sedang ana meradang.

Nyata yang di ujung kedua meleleh
mataku, begitu goretan-goretan pena itu
selesai kubaca. Ternyata
bendungan air mataku tidak
terlalu kuat hingga jebol lagi,
meski baru sedikit.

Puisi Romantis Singkat Padat Jelas
Maafkan untuk harus silap sebutan yang kuucap.
Maafkan untuk setiap salah sikap yang kuperbuat.
kini, aku cuma ingin anda percaya: hatiku masih
masih milikmu, satu-satunya.

Bahagia mengetuk senyumku ada.
Masa mataku terbuka, dia sekarang baik-baik saja.
Renyah tawanya kudengar indah meretas di antara desah angin yang gerah.
Pada bawah terik matahari,
kubayangkan dia tengah berdiri mematung, sendiri.
Menikmati terpaan sinar matahari yang datang menjelang.

Merasa kegelisahanmu yang tengah dilanda sakit,
tiba-tiba kuingin baikmu, segera.
Maafkan, aku tidak di natural.
Semoga kalian baik-baik tertentu

Telah habis sebutan.
Yang kutahu, begitu jarak kembali menyekat tatap,
kangenku langsung membuncah.
Kunanti esok lusa dengan jengah.

Ah, kenapa mesti nyata jarak, menyajikan aku selanjutnya dia
lagi-lagi harus menepikan kebersamaan utk sejenak.
Ana ingin momento selalu nyata di dekatku setiap kali mataku
terbanguan dari tidur.

Menapak jejak, merunut kata hati untuk segera
bertemu denganmu.
kangen ini sederhana tapi pasti…
Kerap datang setelah itu datang lagi.

Merasakan kesendirianmu yang tengah dirundung
sakit, kuingin baikmu… segera. Kuingin pada dekatmu…
Kunjung. Kuingin…!

Kepada: Pemilik senyum polos bidadari. “Bersamamu
kupilih menghabiskan waktu, malam ini - esok,
nanti dan seterusnya. ”

Tiba-tiba kalian ketemu pula. Tanpa rencana, dan tanpa
paraduga. Kecup manja pun tumpah
Menuntaskan kangen yang tertunda.

Meski pada jarak, wangi ikal wayang rambutmu,
bisa aku cium dari ini. Aromanya tersimpan di rapi
kepalaku, selalu.

Menghirup udara pagi dengan secangkir kopi.
Ehmmm.. sungguh berbeda. ngakl ada dia yang biasa
menggelayut manja… Begitu menggemaskan
dengan senyum simpulnya.

Terbayang manja sikapmu yang mengurai keteduhan
di pada alurnya. Membawaku dalam bilur kangen

yang tak usai-usai.
Selalu ada bahagia yang sanggup kureguk walau detik ini
situasi tengah tak begitu berpihak padaku.
Adaku dalam dekatmu, menjadikan kesalku kag berarti.

Nah, itulah kumpulan puisi cinta singkat dan romantis, Islami yang dirangkum dari berbagai sumber, semoga sanggup menjadi sumber inspirasi teruntuk kamu sewrius mengekspresikan suasana hati setelah itu perasaan kepada seseorang yang kamu cintai.

You Might Also Like:

Comment Policy: Silakan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar