Contoh Puisi Bermajas Ironi Terbaru 2018 - The Puisi

Contoh Puisi Bermajas Ironi Terbaru 2018




Puisi adalah bahasa hati yang dituangkan ke dalam bentuk tulisan. Puisi adalah karya sastra dengan pilihan kata yang singkat, jelas, padat dan penuh makna. Puisi yang menggunakan majas akan lebih indah ketika dibaca oleh seorang penyair. Dengan memberikan diksi-diksi yang pas dalam meramu kata, maka rima pada puisi akan terdengar indah.

Berikut ini salah satu contoh puisi yang menggunakan majas ironi. Majas adalah gaya bahasa yang digunakan dalam kalimat dan puisi. Yang berfungsi untuk memperindah puisi, memperdalam makna puisi, dan menunjukkan ciri khas pada puisi yang dibuat. Dan pengertian majas ironi itu sendiri adalah majas atau gaya bahasa yang menyatakan makna yang bertentangan dengan makna sesungguhnya.

Misalkan kita ambil dari kalimat pada bait pertama, baris ketiga.
“Sehingga aku terlalu pintar

Kata ‘terlalu pintar’ ini sebenarnya menggambarkan bahwa dia terlalu gegabah dalam mengambil keputusan, hingga terlihat bodoh di mata orang yang dipercaya memang benar mencintainya dengan tulus. Untuk lebih jelas, coba simak baik-baik contoh puisi yang bermajas ironi di bawah ini.

Terjebak di Balik Hujan
Oleh Princess Meymey

Dalam rinai hujan di bulan September
Tepat pada sembilan tahun yang lalu
Sehingga aku terlalu pintar
dalam mengambil keputusan

Kala itu, ada sosok yang datang menyapa
Mencoba mengetuk pintu hati ini
Meyakinkan diri ini bahwa ia tulus
Dan aku terlalu pintar telah percaya

Aku terjebak di balik hujan
Dengan pelangi yang begitu indah
Senyum sumringah kala itu
Karena hidup menjadi berwarna

Tapi semua itu sirna
Kala petir datang menyapa
Mata terbelalak melihat fenomena yang terjadi
Seakan ini adalah mimpi buruk

Hingga pada akhirnya aku terbangun
Hanya tersisa sebuah penyesalan
Tak ingin lagi terjebak pada hujan yang sama
Dengan pelangi yang begitu indah

Itulah contoh puisi karya Princess Meymey dengan majas ironi. Pahami makna yang ada dalam puisi di atas untuk tahu arti yang sesungguhnya. Seperti aku yang berusaha memahami isi hatimu, agar tahu apa yang kamu inginkan. Seperti hujan yang memberi kesejukan, meski dinginnya menusuk sampai ke tulang sumsum. Tapi kamu adalah pelangi yang akan datang setelah hujan reda. Sedangkan hujan? Ia adalah sebaris doa dan harapan yang aku semogakan agar warnamu segera kumiliki. Dan nanti, kita akan menjalin kasih di altar pernikahan. Eaaa ... sok puitis banget ya? Hahahaha .... Oke, terima kasih untuk pengunjung setia thepuisi. Jangan lupa share artikel ini ya! Berlangganan di situs ini juga lebih oke agar tidak pernah ketinggalan update-annya. Hehe ....

0 Komentar untuk "Contoh Puisi Bermajas Ironi Terbaru 2018"

Post a Comment

ADS atas Artikel

ADS Tengah Artikel 1

ADS Tengah Artikel 2

ADS Bawah Artikel