Pernikahan yang Tidak Diharapkan - The Puisi

Pernikahan yang Tidak Diharapkan



Pernikahan! Siapa yang tidak senang saat hari bahagia itu akan dilangsungkan. Semua orang terutama seorang wanita begitu menanti sejarah yang akan terjadi sekali seumur hidup (harapan semua orang dalam pernikahan). Tapi, menikah bukan saja mengikat hubungan antara dua insan yang saling mencintai, melainkan juga menyatukan dua keluarga.

Ada suatu kasus pada seorang wanita yang dilema akan pilihan hidupnya. Satu sisi, dia ingin sekali segera menikah. Tapi di sisi lain, ada hal yang membuat langkahnya terhenti untuk menyegerakan hari bahagia itu tiba. Padahal, restu orang tua sudah di dapatkan. Tinggal ia dan calon suaminya yang melangkah untuk menyempurnakan separuh agama. Dari pihak mempelai laki-laki, semua keputusan ada pada si lelaki tersebut. Sedangkan dari pihak wanita, ibunya sangat setuju dan wanita tersebut sudah berkali-kali menjelaskan penyebab dari penolakan atas restu yang ibunya berikan.


  • Dalam kasus ini, wanita menolak untuk menikah dengan calon suami tersebut karena si lelaki sifatnya egois, over protectif, hal tersebut membuat mereka seringkali bertengkar. Jadi, si wanita merasa tidak bisa melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan. Kalau menurut saya, menikah itu memang butuh kesiapan dan bagi wanita sendiri, memang membutuhkan banyak waktu untuk mengambil suatu keputusan. Jika memang merasa tidak ada kecocokan lagi dalam suatu hubungan, sebaiknya di akhiri.

Namun, jika kasusnya sang ibu sudah merestui hubungan mereka, bisa jadi ibunya telah yakin bahwa anaknya akan bahagia setelah menikah dengan calon menantunya tersebut. Sebab, ridha orang tua adalah ridha Allah. Tapi ingat, yang menjalani adalah si anak tersebut. Orang tua juga tidak boleh egois dalam menentukan anaknya harus menikah dengan siapa, cobalah bicara dari hati ke hati agar tidak ada penyesalan nantinya.

Dan jangan lupa diskusikan pada Sang Pemilik Hati –Allah Subhanahu Wa Ta’ala- karena ia yang mampu membolak-balikkan hati seseorang. Ketika jodoh sudah di depan mata, bila memang apa yang menurut orang tuamu baik, cobalah untuk memikirkan nasihat yang diberikan, bisa jadi apa yang menurutmu tidak baik adalah yang terbaik untukmu. Ini hanya soal keduanya yang masih sama-sama belum dewasa, harusnya bisa saling mengerti satu sama lain dan tidak lagi mementingkan ego dari keduanya.

Seperti firman Allah dalam surat “Al-Baqarah [2] : ayat 216” yang artinya; 
“.... Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.”

Tidak ada orang tua yang tidak ingin melihat anaknya bahagia, apalagi ketika ada sosok lelaki yang memberanikan diri untuk meminang anak perempuannya. Karena, pada zaman sekarang jarang ada yang berani meminang tapi selalu menebar janji. Hingga akhirnya mematahkan hati yang terlanjur terjebak pada cinta yang fana. Well, sertakan Allah dalam mengambil keputusan. InsyaAllah, Allah akan menjawab segala kerisauan yang ada dalam dirimu.

Lampung, 03 September 2018


Penulis Oleh Princess Meymey
Editor : Widi Vdie

0 Komentar untuk "Pernikahan yang Tidak Diharapkan"

Post a Comment

ADS atas Artikel

ADS Tengah Artikel 1

ADS Tengah Artikel 2

ADS Bawah Artikel