Puisi Cinta LDR - Waktu Tertawa , Jarak Menyiksa - The Puisi

Puisi Cinta LDR - Waktu Tertawa , Jarak Menyiksa


Semua orang pasti mengalami yang namanya jatuh cinta, dan pada umumnya seseorang akan terlibat dengan virus merah jambu pada saat menginjak usia remaja. Ketika kedua insan sedang jatuh cinta, mereka merasa dunia hanya milik berdua. Tidak peduli tentang siapapun, yang dipikirkan adalah hubungan mereka.

Setiap hari jalan berdua. Teleponan atau chat sampai sesering mungkin meskipun sudah bertemu beberapa jam bahkan menit yang lalu. Beda halnya dengan mereka yang berhubungan jarak jauh. Meski pada zaman sekarang yang teknologi sudah semakin canggih, jarak memang menghalangi pertemuan tapi setidaknya mereka masih bisa bertatap muka melalui video call.

Tapi tetap saja, bagi mereka yang memang pada dasarnya tidak kuat jika berjauhan, pertemuanlah yang bisa membuat lebih bahagia. Tahu nggak sih, cinta jarak jauh itu menyiksa banget. Aku pun merasakannya, hehe. Meskipun doi telepon, tetap saja ingin bertemu.

Kalau cuma lihat wajahnya, rasanya nggak afdal banget deh. Iya nggak sih? Dan buat kamu yang mengalami LDR (Long Distance Relationship) sepertiku, ini nih aku punya puisi yang cocok. Dibaca dan diresapi ya!

Temaram Rindu

Dalam heningnya malam
Kusulam rindu di dalam dada
Menyematkan cinta pada kesetiaan
Memahami keadaan pada jarak

Rinduku lumpuh bersama penantian
Menatap langit pada sunyinya malam
Kupikir waktu berjalan begitu lambat
Sampai binar kasih tumpah dan tergenang

Aku lelah tak berdaya
Saat melihat kerlip bintang di malam hari
Sedang hati gelap tanpa cahaya yang menyinari
Bahkan senyum rembulan tak mampu mengusir rindu

Begitu kejamnya waktu dan jarak
Sampai mereka tega berkompromi
Memusuhiku tanpa perasaan
Membuat rindu semakin menggebu

Menunggu Hujan Reda

Ketika angin sepoi berhembus
Kukira kamu hadir bersamanya
Kutengok langit dari jendela
Awan berubah menjadi hitam

Rinai hujan turun ke tanah
Disambut kilat dan petir
Aku terkejut dan ketakutan
Bersembunyi di balik selimut

Teringat kisah kala itu
Kita berjalan menuju rumah
Rinai hujan mengguyur tubuh
Aku kedinginan dan kauberi jaket
Aku rindu suasana itu
Tapi lemah tak berdaya
Pikiranku kacau, tak terarah
Dilema datang dan mengacau

Waktu seakan tertawa melihatku
Jarak pun menyiksa batin ini
Bisakah kau bunuh mereka dengan cepat?
Agar penantian ini segera berakhir

Nah, itulah puisi yang sengaja aku buat karena memang suasana hati lagi rindu. Dan mungkin puisi ini juga mewakili isi hati kalian yang saat ini sedang merindukan doi. LDR itu memang berat, guys! Kalau nggak kuat, perselingkuhan bisa saja terjadi. Bahkan meninggalkan tanpa menunggu pasangan kembali. Tapi, ya semoga kita semua yang sedang terlibat hubungan cinta jarak jauh, tetap setia pada pasangannya. Oke, guys!

Terima kasih sudah mampir di situs www.thepuisi.com. Jangan lupa komen dan bagikan kalau kalian suka, terus tag pasanganmu dimedia sosial. Siapa tahu setelah baca artikel ini, cinta kalian nggak terhalang jarak dan waktu lagi.

Lampung, 04 September 2018


Penulis : Princess Meymey
Tema    : Cinta Jarak Jauh
Editor   : Widi Vdie


0 Komentar untuk "Puisi Cinta LDR - Waktu Tertawa , Jarak Menyiksa"

Post a Comment

ADS atas Artikel

ADS Tengah Artikel 1

ADS Tengah Artikel 2

ADS Bawah Artikel