Jangan Tunda, Nanti Malah Bingung - The Puisi

Jangan Tunda, Nanti Malah Bingung


Kendala penulis pemula tidak pernah jauh dari 'susah menuangkan tulisan' padahal ide sudah mengendap di kepala. Ada pula yang tulisannya tak berkembang, dalam artian mentok 'tulis-hapus’ terus (kapan selesainya?) atau bahkan tidak segera memulai tulisannya. Dari semua motivator penulis, selalu saya dengar kalimat motivasi, "PENULIS HARUS PUNYA MOTIVASI." Yah, kita hidup saja perlu motivasi agar hidup lebih terarah. Sama saja dengan menjadi penulis.

Seperti buku yang ditulis oleh salah satu pendiri KPKers Indonesia, yaitu J. Haryadi.

"Kekuatan seorang penulis bukan terletak pada kepintarannya menulis, tetapi seberapa besar motivasinya ingin menulis. Oleh sebab itu, jika Anda ingin menjadi seorang penulis, carilah dulu motivasinya, karena motivasi itulah yang membuat Anda tidak akan pernah berhenti menulis."

Jadi, apa motivasimu menjadi penulis?

Perlu juga diketahui, bahwa penulis itu tidak pernah lepas dari buku. Itu sebabnya, menulis dan membaca adalah komponen yang tidak pernah terpisahkan.

Menulis dan membaca mampu menembus dunia tanpa harus meninjau langsung. Membaca dapat membawa pembaca berkeliling dunia dan membuka pola pikir kita agar lebih luas. Tapi ingat, membaca bukan berarti mampu membuatmu menjadi lebih hebat, melainkan membuatmu menghilangkan prilaku yang buruk. Apalagi sebagai penulis, kadang ada kalanya 'write block' atau tidak menemukan ide untuk membuat tulisan, cobalah releks sejenak dengan membaca atau bisa juga menonton acara, jika pikiran sudah bersahabat, maka ide akan muncul dengan sendirinya.

Selanjutnya, ketika ide sudah muncul, ada baiknya segera ditulis. Langkah awalnya adalah menulis tanpa memikirkan aturan dalam tata bahasa dan lainnya. Tulis saja sampai selesai, setelahnya—baru cek ulang tulisan. Perbaikilah kesalahan yang ditemukan.

Berbicara soal penulis yang memperbaiki tulisannya sendiri, saya akan ulas sedikit pengalaman ketika diminta menjadi narasumber untuk mengulik bagaimana menjadi penulis kreatif. Saya pikir mereka akan memahami apa yang dijelaskan, mungkin ada satu atau dua orang yang mengerti tapi yang lainnya justru membuat saya bingung. Dan ini membuyarkan apa yang ingin saya jelaskan, padahal sudah disusun dengan matang apa saja materi yang akan dibahas.

Jadi begini, guys! Saya akan ibaratkan anak bayi yang baru lahir. Bayi yang baru lahir, apa dia sudah bisa bicara ketika lapar, haus atau menginginkan sesuatu pada ibunya? Tentu saja tidak! Dia hanya bisa menangis, menangis dan menangis. Hanya seorang ibu yang paham keinginan si buah hati. Contoh lain, manusia pasti melalui masa pertumbuhan dari bayi terlebih dahulu, bukan? Tidak langsung bisa merangkak, berjalan bahkan sudah bisa berlari. Kalau pun ada, berarti bayi ajaib.

Kesimpulannya, semua itu butuh proses. Begitu pula dengan calon penulis yang ingin belajar membuat tulisan, tidak langsung pada inti sari; saya mau jadi penulis, maka saya maunya diajarkan harus begini-begitu. Atau tulisan dalam cerita saya harus happy ending.

Sebuah cerita itu, tidak semua penulis membuatnya happy ending, ada yang sad ending, bahkan yang memang sering buat kesel itu yang ceritanya menggantung seperti film ftv. Digantung itu nggak enak, loh! Emang jemuran ya, digantung segala. (Eh, kenapa malah kesannya curhat!) Hehe.

Tiap penulis punya cara tersendiri untuk membuat tulisannya agar disukai pembaca atau yang penulis skenario (berharap naskah ceritanya berhasil ketika di filmkan. Berhasil membawa penonton hanyut dalam cerita). Untuk tips lainnya, agar menjadi penulis produktif, saya pun masih berusaha menjadi penulis produktif. Kita (penulis) hanya perlu konsisten dan serius; coba targetkan misalnya minimal membuat tulisan satu lembar per hari.

Kalau penulis blogger, coba latih diri untuk menulis minimal satu artikel per hari. Semua bisa dilakukan, tergantung niat dan waktu yang kita gunakan. Saya pun banyak agenda lain yang dikerjakan, tapi selalu berusaha menyempatkan diri untuk setor tulisan. Entah membuat satu buah artikel atau posting kata motivasi, quote di fb, ig dan twitter (dan sosmed lainnya, jika sempat).

Oke, sahabat thepuisi, teruslah berusaha untuk menjadi apa yang kamu mau. Tapi ingat, jangan terlalu terkesan memaksa, karena semua yang kita lakukan di dunia ini, tidak lepas dari pengawasan Tuhan yang menciptakan langit dan bumi beserta isinya. Yuk, nulis!

0 Komentar untuk "Jangan Tunda, Nanti Malah Bingung"

Post a Comment

ADS atas Artikel

ADS Tengah Artikel 1

ADS Tengah Artikel 2

ADS Bawah Artikel