Skip to main content

follow us


Perkenalkan, nama saya Irma Dewi Meilinda (penulis, owner IDM Publishing, Ketua KPKers Lampung & Kepala Perpustakaan Mata Batu), bersama Umi Rahmawati (Humas & Publikasi KPKers Lamsel) dan Adik Laki-Laki saya (Abrian Rizki Abandika)—pada hari Jum'at, tanggal 25 Januari 2019, kami mengunjungi tempat pengungsian masyarakat yang terkena bencana selat Sunda daerah Lampung Selatan (22/01/2018) di Gor Way Handak.

Senyum merekah yang terlempar kala menyambut kedatangan kami dari Perpustakaan Mata Batu dan KPKers Lampung. Mencoba mengembalikan senyum dan semangat untuk menghilangkan trauma anak-anak dengan menggelar lapak buku, bagi-bagi buku gratis dan bermain bersama.

Dibutuhkan kesabaran dan keikhlasan dalam mendidik anak. Bicara soal mendidik, buku adalah cara terbaik untuk mengenalkan anak-anak sesuatu. Misalkan, mengenal huruf alfabet, hijayyah, nama-nama binatang, dan lainnya. Membaca dapat menambah wawasan.

Duka masih menyelimuti warga yang terkena dampak bencana alam pada bulan Desember lalu. Rumah hancur tak tersisa harta benda sedikit pun. Banyak korban yang mengalami luka-luka, bahkan meninggal dunia. Sungguh dahsyat bencana yang terjadi, apa yang dilihat di televisi, kala itu nyata terjadi di depan saya. Yah, benar! Memang saya tak melihat saat terjadinya gelombang yang menghempaskan beberapa rumah-rumah atau gedung, tapi pasca bencana—ketika keliling melihat porak-poranda, hati menangis pilu. Allahu Akbar, tiada yang bisa menandingi kuasa-Nya.

Derai air mata tak henti berjatuhan. Bagaimana tidak? Bukan hanya kabupaten Lampung Selatan yang notabenenya memang tempat tinggal saya yang berduka, tapi keluarga pun korban. Hati menangis pilu melihat dan mendengar kisah dari masyarakat yang kehilangan beberapa harta bendanya.

Saya jadi ingat firman Allah subhanahu wa ta'ala tentang bencana alam di muka bumi ini.

“Dan musibah apa saja yang menimpa kalian, maka disebabkan oleh perbuatan tangan kalian sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” [asy Syuura/42 : 30]

Bagi saya yang masih awam dalam ilmu agama dan akan terus belajar dan belajar. Di atas sudah dijelaskan bahwa musibah yang terjadi di muka bumi ini disebabkan perbuatan manusia itu sendiri. Betapa dahsyatnya Allah memperingatkan hamba-hamba-Nya agar bisa bertaubat. Tapi banyak yang tak sadar. Jika Allah sudah berkehendak, apa pun bisa terjadi. Tugas kita hanya berusaha memperbaiki diri dan terus memperbaiki.

Di balik musibah yang terjadi, banyak hikmah yang dapat dipetik. Dan yang lebih penting adalah jangan menunggu sekarat, baru bertaubat. Tapi bertaubatlah sebelum terlambat. [PM]

You Might Also Like:

Comment Policy: Silakan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar