Macam-Macam Majas Perbandingan dan Majas Penegasan - The Puisi

Macam-Macam Majas Perbandingan dan Majas Penegasan

A. MAJAS PERBANDINGAN
Majas perbandingan sendiri dibagi menjadi 14 macam,yaitu; (a) personifikasi, (b) metafora, (c) asosiasi, (d) metonimia, (e) simbolik, (f) tropen, (g) litotes, (h) eufemisme, (i) hiperbola, (j) sinekdok, (k) alusio, (l) perifrasis, (m) antonomasia, dan (n) alegori.



PENJELASANNYA!

1. Personifikasi
Berasal dari bahasa latin _persona_ yang berarti orang atau perorangan, dan kata fic yang berarti membuat. Personifikasi adalah majas yang menganggap benda-benda mati dapat bertingkah laku, mempunyai kegiatan, dan hal lainnya yang dilakukan manusia.
Contoh:
Ada kalanya waktu berlaku terburu-terburu
Tak sempat bicara panjang
Dengan langkah panjang-panjang

Bisa dilihat bahwa pada cuplikan puisi di atas terdapat diksi waktu, terburu-buru, berbicara panjang, dan melangkah di situlah majas personifikasi hadir dalam puisi DAN WAKTU KAN SELALU CUMA WAKTU karya Ayatrohaedi.

2. Metafora
Berasal dari bahasa Yunani Metaphore yang berarti memindahkan. Metafora merupakan majas yang memperbandingkan secara langsung sesuatu atau keadaan dengan hal lain yang bersifat sama.
Contoh:
Dewi mal memancarkan cahaya
Melesatkan bilah-bilah perak
Menerabas gelapnya pekat

3. Asosiasi
Merupakan perbandingan tak langsung menggunakam kata bagai, seperti, laksana, bak.
Contoh:
Matamu laksana elang yang mengintai mangsa
Anak luwak seperti mendengar sirine dari langit
Bak kiamat yang akan datang, berlarian menuju bunker bumi

4. Metonimia
Adalah gaya bahasa yang menyamakan sepatah kata atau nama yang memiliki hubungan dengan sesuatu benda yang merupakan merek.
Contoh:
Kekasihku terbang menujuku dengan sayap yang dicuri dari singa

5. Simbolik
Majas yang menyamakan sepatah kata dengan kata lain. Majas simbolik merupakan majas yang memakai kata atau nama tertentu untuk mewakili pengertian dari hal atau keadaan lain di luar kata itu.
Contoh:
Biarkan mahkota ini abadi di kepalaku
Orang-orang boleh memperebutkan
Namun aku akan pertahankan dengan senjata dan mantra

6. Tropen
Gaya bahasa yang mempergunakan kata-kata yang tepat dan sejajar artinya.
Contoh:
Selama liburan dia mengubur diri dalam kamar
Dia terdiam, hanyut dalam luka

7. Litotes
Litotes merupakan majas yang menggunakan kata2 yang berlawanan arti dengan maksud yang sebenarnya untu merendahkan diri.
Contoh:
Datanglah ke kandang kami, berkenanlah menerima bingkisan tak berharga ini

8. Eufemisme
Majas eufemisme adalah majas yang mempergunakan kata2 lain denhan maksud lebih sopan terdengar.
Contoh:
Putra Ibu hanya kurang pandai

9. Antonomasia
Majas yang menyebutkan nama orang dengan sebutan lain yang sesuai dengan ciri dan watak orang tersebut.
Contoh:
Dialah sang wadat itu
Si perkasa membentang gendewa
Dan segenap orang takjub menyebutnya
Dewabrata, si putra Gangga

10. Alegori
Adalah majas yang memakai rangkaian tuturan secara keseluruhan.
Contoh:
Tuhan menuntun kalian mengabdi jalan cinta mewujudkan prasetya menempuh hidup bersama
Mengayuh biduk berdua menempuh samudera
Menerjang gelombang menjinakkan topan dan meniti tajam karang




MAJAS PENEGASAN

Majas penegasan terbagi menjadi 14 macam, yaitu:
1. Pleonasme
2. Paralelisme
3. Polisindeton
4. Enumerasio
5. Inversi
6. Interupsi
7. Retoris
8. Koreksio
9. Eksklamasio
10. Elipsi
11. Pretarito
12. Resitensis


PENJELASANNYA!

1. Pleonasme
Adalah gaya bahasa atau majas yang menjelaskan sebuah kata yang sebenarnya tak perlu dijelaskan lagi karena sudah jelas pengertiannya.
Contoh:
Dengan kepala sendiri, Karna melihat lawan-lawannya takut lantas mundur ke paling belakang silau melihat genangan darah merah

2. Paralelisme
Majas ini dibedakan jadi dua jenis, yaitu paralelisme anafora dan paralelisme epifora.

Paralelisme anafora adalah majas yang menempati atau kelompok kata yang sama secara berulang-ulang di setiap baris.

Contoh:

LANGKAH KETUJUH

Cakar bumi
Cakar langit
Cakar luka sendiri
Cakar pusat bumi ketujuh
Cakar pusat bumi ketujuh
Cakar pusat perih luka ketujuh
...
(B.Y. Tand)

Adapun paralelisme epifora merupakan gaya bahasa yang menempatkan atau mengelompokkan kata yang sama secara berulang-ulang di setiap baris puisi.

Contoh:

BUNGA MAWAR

Bunga mawar mekar merekah mewangi memerah aroma
Dala cinta yang tumbuh bermekaran: kau dan aku

3. Polisindeton
Majas yang menyatakan beberapa hal berturut-turut dengan memakai kata penghubung.
Contoh:
bukan hal itu, melainkan hal lain, bahkan lain sama sekali

4. Enumerasio
Gaya bahasa yang menyebutkan beberapa peristiwa yang membentuk kesatuan, dilukiskan bagian demi bagian supaya jelas.
Contoh:
Langit cerah. Di hamparan permadani biru itu bintang bersinar terang
angin berhembus pelas sepoi basah. Pelan dan syahdu
langit malam indah penuh pukau. Bulan senyum terang indah murni mewangi

5. Inversi
Majas yang meletakkan predikat di depan subjek.
Contoh:
tak mungkin datang dia larut-larut begini
dengan membawa duka dan harapan

6. Interupsi
Majas yang mempergunakan kata-kata atau kelompok kata yg disisipkan di antara kalimat pokok guna lebih menjelaskan dan memberi penekanan pada bagian kalimat sebelumnya.
Contoh:
Aku, akulah, orang yang setia bertahun-tahun menunggui jalan simpang ini, belum juga
mampu menghitung makna kebenaran, belum juga sanggup menghitung uban di kepala

7. Retoris
Majas  yang menggunakan kalimat tanga yang tidak membutuhkan jawaban.
Contoh:
mungkinkah para penyair akan menyembunyikam kebenaran di balik puisi?
sanggupkah para petapa kehilangan meditasinya?
bisakah para darwis kehilangan kalimat-kalimat bijak?

8. Koreksio
Majas yang berisi pembetulan atau koreksi terhadap apa yg diucap sebelumnya.
Contoh:
dialah itu, kekasihku, oh bukan, dia bidadariku

9. Eksklamasio
Gaya bahasa yang memakai kata2 seru untuk penegas.
Contoh:
aduhai, Kekasihku, biarkan aku tenggelam dalam gelombang cinta-Mu

10. Elipsi
Elipsi merupakan majas yang menghilangkan salah satu atau beberapa unsur kalimat baik itu subyek, prediket, objek ataukah keterangan.
Contoh:
ya, ya paham aku

11. Pretarito
Adalah majas yang dipergunakan untuk menyembunyikan atau merahasiakan sesuatu hal.
Contoh:
Siapa pun yang memendam dendam tak akan menyentuh pintu surga

12. Resitensis
Majas yang menyembunyikan sebagian pikiran dan perasaan yang akan dikemukakan.
Contoh:
Senyumnya yang riang ternyata tak tahunya menyimpan tanda tanya

Jangan lupa baca juga penjelasan macam-macam majas di sini (klik kata di sini).

0 Komentar untuk "Macam-Macam Majas Perbandingan dan Majas Penegasan"

Post a Comment

ADS atas Artikel

ADS Tengah Artikel 1

ADS Tengah Artikel 2

ADS Bawah Artikel