Macam-Macam Majas Pertentangan dan Contohnya - The Puisi

Macam-Macam Majas Pertentangan dan Contohnya


Pengertian Majas Pertentangan

Menurut KBBI, Majas adalah cara melukiskan sesuatu dengan jalan menyamakannya dengan sesuatu yang lain; kiasan. Majas pertentangan ialah kelompok majas yang memiliki ciri khas dengan gaya penuturan yang mengungkapkan sesuatu yang bertentangan dengan makna yang sesungguhnya. Penuturan dengan majas pertentangan dimaksudkan untuk memperkuat makna dari sesuatu yang diutarakan, sehinga sang lawan bicara atau pendengar akan terkesan dan tertarik pada apa yang diucapkan.

Majas ini dibedakan menjadi 8 jenis, yaitu: (a) hiperbola, (b) litotes, (c) ironi, (d) paradoks, (e) oksimoron, (f) antitesis, (g) kontradiksi interminus, dan (h) anakronisme.

PENJELASANNYA!

A. Majas Hiperbola
Majas hiperbola adalah majas yang mengungkapkan suatu keadaan dengan berlebih-lebihan di luar batas kewajaran. Sesuatu yang dilebih-lebihkan dapat dari sisi jumlah, ukuran, sifat, dan lainnya.
Contoh Puisi Bermajas Hiperbola:
Cintaku Tertusuk Pisau Berkarat
Oleh: Princess Meymey

Panah asmara yang menghampiri

Hanya datang sesaat, lalu pergi
Tanpa peduli ada yang tersakiti
Jiwa lemah dan tak berdaya, lalu mati

Senjata tertancap tepat di dada

Menusuk sampai mematikan rasa
Hilang sudah asa karenanya
Dunia menjadi gelap dalam sekejap mata

Lukaku perih seperti tersayat

Tertusuk oleh pisau berkarat
Perih kurasa sampai mengakar
Menyatu dalam semak belukar

Palembapang, Kalianda, Lamsel

(27 September 2018)

Baca juga contoh puisi majas hiperbola di sini (klik kata di sini untuk membaca selengkapnya).

B. Majas Litotes
Majas litotes adalah gaya bahasa yang ditujukan untuk mengungkapkan kata-kata yang penuh dengan kerendahan hati. Majas ini kebalikan dengan majas hiperbola. Dengan menggunakan majas ini, fakta yang ada diturunkan kualitasnya dalam bentuk kata kiasan. Hal ini dimaksudkan untuk menunjukkan sisi kesopanan pembicara.
Contoh:
a. Aku seorang bocah ingusan yang mempunyai mimpi besar.
b. Tubuh renta ini sepertinya tak layak untuk datang ke perayaan itu.
c. Jika tidak keberatan, pakailah baju lusuh ini untuk sementara waktu.
d. Sudikah engkau menerimaku yang buruk rupa ini?
e. Aku hanyalah orang awam yang ingin berpartisipasi mengungkapkan opini.
f. Jangan pernah ragu untuk meminta bantuan orang dungu sepertiku.
g. Mereka tinggal dengan gembira walau hanya beralaskan tanah dan beratapkan langit.

C. Majas Ironi
Majas ironi adalah salah satu majas yang disukai penggunaan dalam percakapan. Hal ini dikarenakan majas ironi berfungsi untuk menyindir seseorang. Pembicara menggunakan kalimat bermuatan majas ironi untuk menjaga perasaan lawan bicara. Dalam majas ironi, pembicara akan menggunakan kebalikan dari fakta dan ditambah dengan frase yang juga bertentangan.
Contoh:
Terjebak di Balik Hujan
Oleh Princess Meymey

Dalam rinai hujan di bulan September

Tepat pada sembilan tahun yang lalu
Sehingga aku terlalu pintar
dalam mengambil keputusan

Kala itu, ada sosok yang datang menyapa

Mencoba mengetuk pintu hati ini
Meyakinkan diri ini bahwa ia tulus
Dan aku terlalu pintar telah percaya

Aku terjebak di balik hujan

Dengan pelangi yang begitu indah
Senyum sumringah kala itu
Karena hidup menjadi berwarna

Tapi semua itu sirna

Kala petir datang menyapa
Mata terbelalak melihat fenomena yang terjadi
Seakan ini adalah mimpi buruk

Hingga pada akhirnya aku terbangun

Hanya tersisa sebuah penyesalan
Tak ingin lagi terjebak pada hujan yang sama
Dengan pelangi yang begitu indah

Lampung, September 2018

Baca selengkapnya tentang Majas Ironi di sini. (klik kata di sini)

D. Majas Paradoks
Paradoks mempunyai arti pendapat yang bertentangan. Majas paradoks adalah majas yang menyatakan dua hal yang saling bertentangan namun keduanya merupakan suatu kebenaran.
Contoh:
a. Hidup Pak Broto berlimpah kekayaan, tetapi hatinya kosong.
b. Kemajuan teknologi justru menyebabkan kemunduran kepedulian sosial masyarakat.
c. Mukanya memang garang tetapi hatinya sangat lembut dan tutur katanya sangat
d. Rokok tetap diminati sebagian besar warga walaupun berdampak buruk untuk kesehatan.
e. Anak-anak kelas A sangat bandel dan susah diatur, tetapi nilai ulangannya selalu di atas rata-rata.
f. Meskipun seharian ini aku belum mengisi perutku, malam ini aku tidak merasakan lapar sedikit pun.

E. Majas Oksimoron
Majas oksimoron kebalikan dengan majas paradoks. Dalam majas oksimoron, pertentangan diucapkan dalam satu frasa yang sama.
Contoh:
a. Susah senang ayah dan ibu selalu saling menguatkan.
b. Hidup matiku hanya karena kuasa sang Maha Pencipta.
c. Selalu ada solusi di balik masalah yang datang dalam hidup kita.
d. Sungguh keji orang itu, bersenang-senang di atas penderitaan.

F. Majas Antitesis
Ciri khas dari majas ini adalah adanya dua kata yang saling berlawanan. Majas antitesis merupakan gaya bahasa yang menggabungkan dua kata yang berlawanan dalam kondisi saling berhadapan.
Contoh:
a. Tinggi rendahnya nilai rapormu tergantung usahamu belajar selama satu semester.
b. Nyaman tidaknya kau berada di kelas baru tergantung dari proses adapatasimu dengan lingkungan.
c. Panjang pendek umur bukan kita yang menentukan.
d. Banyak sedikitnya rezeki yang kita dapat tidak boleh mengurangi rasa syukur kita terhadap Tuhan.
e. Baik buruk jalan yang kita tempuh adalah pilihan kita sendiri.
f. Manis pahitnya jalan kehidupan akan membuat banyak warna dalam sejarah kehidupan.
g. Mahal murahnya suatu produk tidak selalu berkaitan dengan kualitas produk tersebut.

G. Majas Kontradiksi Interminus
Majas ini dapat dikenali dengan melihat adanya sesuatu yang dinyatakan bertentangan dengan hal yang telah disebutkan terlebih dahulu. Penggunaan majas ini adalah pada kalimat pengecualian atau penyangkalan.
Contoh:
a. Semua barang di toko ini diskon 15%, kecuali perlengkapan bayi dan anak-anak.
b. Warga desa diharap ikut kerja bakti membersihkan selokan, kecuali ibu-ibu dan anak-anak.
c. Kau boleh memakan semua jenis makanan, kecuali yang berbahan dasar udang.
d. Segala jenis kain boleh kau kenakan, kecuali kain sutera.
e. Semua jenis cabai mengalami kenaikan harga yang signifikan, kecuali cabai merah keriting.

H. Majas Anakronisme
Majas anakronisme adalah gaya bahasa yang digunakan untuk mengungkapkan sesuatu yang bertentangan dengan apa yang terjadi pada kejadian yang sebenarnya.
Contoh:
a. Julius Caesar mengundang orkes musik dangdut untuk menyambut tamu agungnya. (ketika itu belum ada orkes dangdut)
b. Meganthropus Paleojavanicus menggunakan telepon untuk berkomunikasi dengan kawanannya. (pada zaman manusia purba belum ada telepon)

Sumber:
https://dosenbahasa.com/macam-macam-majas-pertentangan
https://kbbi.web.id/

0 Komentar untuk "Macam-Macam Majas Pertentangan dan Contohnya"

Post a Comment

ADS atas Artikel

ADS Tengah Artikel 1

ADS Tengah Artikel 2

ADS Bawah Artikel