Skip to main content

follow us


MAJAS SINDIRAN
Majas sindiran adalah majas atau gaya bahasa yang mengungkapkan sebuah sindiran terhadap seseorang/sesuatu. Penggunaan majas sindiran ini bertujuan untuk meningkatkan makna dan kesannya terhadap seseorang yang membaca atau mendengar.

Majas sindiran terbagi menjadi 5 jenis, yaitu sebagai berikut : (a) ironi, (b) sinisme, (c) sarkasme, (d) satire, dan (e) innuendo.

PENJELASANNYA!

A. Majas Ironi
Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), Majas ironi adalah majas yang menyatakan makna yang bertentangan dengan makna sesungguhnya, misalnya dengan mengemukakan makna yang berlawanan dengan makna yang sebenarnya dan ketidaksesuaian antara suasana yang diketengahkan dan kenyataan yang mendasarinya.
Contoh:
a. Tulisanmu bagus sekali, saya sampai tidak bisa membacanya.
b. Andi anak yang rajin, sampai dia tidak pernah masuk sekolah.

B. Majas Sinisme
Dalam KBBI sendiri, pengertian sinisme adalah pandangan atau pernyataan sikap yang mengejek atau memandang rendah. Juga biasa diartikan sebagai pandangan atau gagasan yang tidak melihat suatu kebaikan apa pun dan meragukan sifat baik yang ada pada manusia. Majas sinisme adalah majas yang mengungkapkan sindiran secara kasar dan umumnya digunakan untuk mengkritik atau mencemooh sesuatu baik berupa ide/maksud/rencana.
Contoh:
a. Lama-lama saya bisa ikutan gila melihat pendukung masing-masing capres saling menjatuhkan.
b. Saya lebih bangga mendapatkan IPK pas-pasan 3,00 daripada kamu yang mendapatkan IPK 4,00 tapi setiap ujian selalu menyontek.

C. Majas Sarkasme
Menurut KBBI, sarkasme adalah (penggunaan) kata-kata pedas untuk menyakiti hati orang lain; cemoohan atau ejekan kasar. Dan majas sarkasme merupakan kelas tertinggi dari jenis majas sindiran karena majas sarkasme mengungkapkan sindiran secara langsung dengan kata-kata yang kasar dan keras.
Contoh:
a. Mau muntah saya melihat wajahmu, pergi sana!
b. Dasar kerbau dungu, kerja begini saja tidak becus!
c. Kau sebenarnya manusia berhati iblis, saya menyesal pernah mengenalmu.

D. Majas Satire
Menurut KBBI, satire adalah gaya bahasa yang dipakai dalam kesusastraan untuk menyatakan sindiran terhadap suatu keadaan atau seseorang. Arti lain adalah sindiran atau ejekan. Majas Satire hampir sama dengan majas sarkasme yakni mengungkapkan sindiran dengan kasar dan keras, namun yang membedakan adalah majas satire ini menggunakan kata-kata ungkapan dalam menyatakan sindiran.
Contoh:
Diponegoro
Karya: Chairil Anwar

Di Masa Pembangunan Ini
Tuan Hidup Kembali
Dan Bara Kagum Menjadi Api
Di Depan Sekali Tuan Menanti
Tak Gentar. Lawan Banyaknya Seratus Kali.
Pedang Di Kanan, Keris Di Kiri
Berselempang Semangat Yang Tak Bisa Mati.
Maju
Ini Barisan Tak Bergenderang-Berpalu
Kepercayaan Tanda Menyerbu.
Sekali Berarti
Sudah Itu Mati.
Maju
Bagimu Negeri
Menyediakan Api.
Punah Di Atas Menghamba
Binasa Di Atas Ditindas
Sesungguhnya Jalan Ajal Baru Tercapai
Jika Hidup Harus Merasai
Maju, Serbu, Serang, Terjang

E. Majas Innuendo
Majas Innuendo merupakan jenis majas sindiran yang sedikit berbeda dengan yang lainnya, majas ini mengungkapkan sindiran dengan mengecilkan fakta yang sebenarnya.
Contoh:
a. Kau tak usah khawatir, rasa sakit disunat itu tak lebih menyakitkan dari digigit seekor ular yang berbisa.
b. Sudahlah, tak usah kau khawatirkan hari esok. Hari esok itu bentuknya masih sangat tak jelas. Lebih baik, kau khawatirkan saja perutku yang tak kunjung kau beri makan ini.
c. Ayolah, jangan kau terus menangisinya. Laki-laki bodoh itu tak pantas ditangisi oleh gadis jelitas sepertimu.
d. Kau tak usah tak takut. Anggap saja penonton yang ada di sana seperti rumput-rumput yang bergoyang diterpa angin.

You Might Also Like:

Comment Policy: Silakan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar