Malam Minggu Masih Galau? Udah Nggak Zaman! - The Puisi

Malam Minggu Masih Galau? Udah Nggak Zaman!


Malam Minggu, malamnya para jomblowan dan jomblowati bergalau ria. Ada yang curhat di media sosial sambil berharap turun hujan agar yang mau kencan sama pasangannya gagal pergi. Ada pula yang menikmati statusnya sebagai jomblo. Tapi tidak sedikit pula yang memanfaatkan malam minggu menjadi malam yang menyenangkan tanpa harus memikirkan statusnya yang belum memiliki pasangan. Contohnya, diskusi kepenulisan yang dilakukan oleh beberapa kumpulan penulis.

Sebenarnya mau malam minggu atau malam-malam lainnya, itu sama saja. Ada baiknya setiap hari kita gunakan untuk hal-hal yang bermanfaat. Karena sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain. Seperti yang dilakukan oleh beberapa komunitas atau penerbit di berbagai manca negara, ada beberapa yang menggunakan malam minggu sebagai kegiatan berbagi ilmu kepenulisan dan kegiatan positif lainnya.

Bicara soal ilmu kepenulisan, kali ini kita akan bahas sedikit tips untuk menjadi penulis profesional.

1. Niatkan Menulis untuk Berbagi
Tidak sedikit orang yang terjun ke dunia tulis-menulis karena uang. Sebab, itu jadi pemicu utama mereka untuk terus menulis. Tapi ketika tulisan tak lagi menghasilkan, tak menjanjikan sebagai sumber penghasilan, maka keinginan menulis pun terhenti. Padahal, jika mereka menulis niatnya untuk berbagi; dalam artian menebar kebaikan melalui tulisan, ikhlas menulis lillahi ta'ala, bukan penulis yang mengejar uang, justru uanglah yang akan datang menghampiri. Tidak ada yang sia-sia, luruskan niat karena-Nya, rezeki pun akan mengalir tanpa diduga. Kuncinya cuma berusaha, ikhlas dan sabar, sisanya serahkan pada yang pemberi rezeki (Allah).

2. Mulailah Menulis
Kalau sudah mendapatkan ide, sebaiknya segera keluarkan ide tersebut, jangan dibiarkan mengendap di kepala. Karena manusia terkadang memiliki penyakit lupa, akhirnya memiliki tulisan karya sendiri hanyalah bunga tidur. Apalagi dalam bentuk buku, semua hanya diangan saja. Untuk itu, tulislah apa yang ada di otakmu, tidak perlu memikirkan salah atau benarnya tanda baca dan yang lain, sebab memikirkan aturan tata bahasa dalam tulisan ketika sedang menulis hanya menyita waktu saja, akhirnya tulisan tak jua selesai.

3. Perbaiki Tulisan Setelah Selesai
Tulisan selesai, saatnya cek ulang tulisan. Jangan berpikir tulisanmu sudah bagus atau 'Ah, apa gunanya editor!? Biar mereka saja yang edit tulusan saya.' Duh, buang jauh-jauh deh pikiran itu! Meski penerbit ada tim yang tugasnya mempercantik naskah agar menjadi bacaan yang apik dan mudah dipahami pembaca, tetap saja penulis harus bekerja keras juga dalam menyunting naskahnya. Kalau tulisan berantakan banget, jangan bermimpi tulisan akan dimuat. Maka dari itu, perbaikilah tulisan sebelum kirim ke penerbit atau media massa.

4. Kirim Tulisan ke Penerbit
Kirim tulisan ke penerbit yang terima jenis tulisanmu, jangan sampai salah alamat apalagi alamat palsu (lagu Ayu Ting Ting kali ya), hehe. Tunggu konfirmasi dari penerbit, apakah naskah di acc atau tidak. Ketika ditolak, jangan berputus asa. Karena orang yang berhasil adalah yang mengalami kegagalan meski beribu-ribu kali. Tetapi jika naskah di acc, peluang baik untuk mewujudkan mimpi (memiliki buku karya sendiri). Tidak sampai di sini, penulis juga harus sabar menanti kelahiran bukunya. Karena butuh waktu 1 - 3 bahkan setahun agar karya benar-benar layak terbit. Selama proses editing, penulis dan editor akan saling berkomunikasi untuk memperbaiki tulisan. Demi lancarnya proses terbit, penulis jangan malas memperbaiki catatan dari penulis. Kerjasama yang baik akan menghasilkan yang terbaik.

5. Jadilah Writerpreuner dan Marketing yang Baik
Buku sudah terbit, saatnya menikmati hasil. Eits! Jangan berpikir penulis tidak ada tanggung jawab pada bukunya. Justru penulis juga harus ikut mempromosikan buku tersebut. Jangan hanya mengandalkan penerbit.

Oke, sekian dulu pembahasan tentang bagaimana menjadi penulis yang baik dan profesional. Jangan lupa, ikuti terus situs thepuisi.com untuk mendapatkan ilmu menulis dan beberapa kata-kata yang buat pembaca baper.

0 Komentar untuk "Malam Minggu Masih Galau? Udah Nggak Zaman!"

Post a Comment

ADS atas Artikel

ADS Tengah Artikel 1

ADS Tengah Artikel 2

ADS Bawah Artikel