Mengenal Majas pada Puisi - The Puisi

Mengenal Majas pada Puisi

Beberapa penulis pemula mungkin lupa akan materi pembelajaran ketika duduk dibangku sekolah, bahkan yang masih sekolah sebagian lupa pada materi yang akan kita bahas kali ini. Ini materi yang disampaikan oleh penulis asal Kalimantan yang bernama Panji Aswan di grup whatsapp IDM Publishing pada Sabtu, 12 Januari 2019 pukul 19.00 sampai selesai; sebuah grup penulis-penulis yang mau belajar menulis dan menerbitkan buku. IDM Publishing adalah sebuah penerbit indie yang dipimpin oleh penulis asal lampung bernama Irma Dewi Meilinda atau lebih dikenal teman-teman penulis atau sebagian orang dengan nama penanya Princess Meymey.

Baiklah, kita akan bahas sedikit materi puisi bermajas di bawah ini.

Puisi adalah sebagai salah satu cabang seni yang menggunakan kata-kata sebagai medium penyampaian untuk menimbulkan imajinasi dan ilusi, seperti halnya lukisan yang menggunakan garis dan warna dalam menggambarkan gagasan.

Bahasa puisi selain memilih diksi atau pilihan kata yang tepat, juga harus memanfaatkan gaya bahasa atau majas.  Menurut HB. Jassin, majas atau gaya bahasa adalah perihal memilih dan mempergu akan kata sesuai dengan isi yang disampaikan.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) pengertian dari majas adalah pemanfaatan kekayaan bahasa, pemakaian ragam tertentu untuk memperoleh efek-efek tertentu yang membuat sebuah karya sastra semakin hidup, keseluruhan ciri bahasa sekelompok penulis sastra dan cara khas dalam menyampaikan pikiran dan perasaan, baik secara lisan maupun tertulis.

Majas terdiri dari beberapa macam, yaitu:
  1. Majas Perbandingan
  2. Majas Penegasan
  3. Majas Sindiran
  4. Majas Pertentangan

Pengertian dan macam-macamnya

1. Majas Perbandingan
Sesuai dengan namanya, gaya bahasa ini berupaya membuat ungkapan dengan cara membandingkan suatu hal atau keadaan dengan hal atau keadaan lainnya.

Majas perbandingan sendiri dibagi menjadi 14 macam, terdiri dari; (a) personifikasi, (b) metafora, (c) asosiasi, (d) metonimia, (e) simbolik, (f) tropen, (g) litotes, (h) eufemisme, (i) hiperbola, (j) sinekdok, (k) alusio, (l) perifrasis, (m) antonomasia, dan (n) alegori.

2. Majas Penegasan
Majas Penegasan adalah majas atau gaya bahasa yang berupaya menekankan pengertian suatu kata atau ungkapan. Gaya penegasan dapat dilakukan dengan cara mengulang sepatah kata berkali-kali, mengulanginya dengan kata lain yang memiliki arti sama atau padanannya.

Majas penegasan terbagi menjadi 14 macam, yaitu: (a) Pleonasme, (b) Paralelisme, (c) Polisindeton, (d) Enumerasio, (e) Inversi, (f) Interupsi, (g) Retoris, (h) Koreksio, (i) Eksklamasio, (j) Elipsi, (k) Pretarito, dan (l) Resitensis.

3. Majas Sindiran
Majas sindiran adalah majas atau gaya bahasa yang mengungkapkan sebuah sindiran terhadap seseorang/sesuatu. Penggunaan majas sindiran ini bertujuan untuk meningkatkan makna dan kesannya terhadap seseorang yang membaca atau mendengar.

Majas sindiran terbagi menjadi 5 jenis, yaitu sebagai berikut : (a) ironi, (b) sinisme, (c) sarkasme, (d) satire, dan (e) innuendo.


4. Majas Pertentangan
Majas pertentangan ialah kelompok majas yang memiliki ciri khas dengan gaya penuturan yang mengungkapkan sesuatu yang bertentangan dengan makna yang sesungguhnya. Penuturan dengan majas pertentangan dimaksudkan untuk memperkuat makna dari sesuatu yang diutarakan, sehinga sang lawan bicara atau pendengar akan terkesan dan tertarik pada apa yang diucapkan.

Majas ini dibedakan menjadi 8 jenis, yaitu: (a) hiperbola, (b) litotes, (c) ironi, (d) paradoks, (e) oksimoron, (f) antitesis, (g) kontradiksi interminus, dan (h) anakronisme.

Jangan lupa baca juga penjelasan Majas Perbandingan dan Penegasan di sini (klik kata di sini).

0 Komentar untuk "Mengenal Majas pada Puisi"

Post a Comment

ADS atas Artikel

ADS Tengah Artikel 1

ADS Tengah Artikel 2

ADS Bawah Artikel