Apa Sih PUEBI Itu? - The Puisi

Apa Sih PUEBI Itu?




APA SIH PUEBI ITU?

Pada kesempatan kali ini, saya ingin membahas sedikit tentang PUEBI atau lebih populer dengan nama lawasnya, EYD. Berbicara tentang PUEBI, sebenarnya apa sih urgensi dari PUEBI? Jika yang ditanya adalah masalah urgensi PUEBI dalam penyajian bentuk fisik tulisan, maka jawabannya adalah sangat amat penting. Tak ada jawaban lain.

Namun, jika yang ditanya kapankah urgensi yang sangat amat penting itu dibutuhkan eksistensinya? Maka jawabnya adalah, urgensi itu dibutuhkan pada setiap tulisan yang mengharuskan kehadirannya. Bisa berikan contoh atau jenis tulisan yang mengharuskan kehadiran urgensi tersebut?

MENGENAL PUEBI

Mari kita pelajari bersama penjelasan di bawah ini!

1. Prosa
Dalam penulisan karya sastra bergenre prosa, penting sekali untuk menghadirkan PUEBI. Mengapa penting? Karena prosa adalah salah satu genre atau cabangan dari sastra, yang notabene adalah salah satu disiplin ilmu bahasa. Jadi sudah jelas, dalam prosa; kehadiran urgensi PUEBI ini, harus ada.

2. Puisi
Dalam penulisan puisi, PUEBI masih harus disertakan, karena puisi adalah genre sastra. Namun, dalam puisi, ada istilah licentia poetica, yang mana penerapannya menyebabkan munculnya suatu penyimpangan dalam penggunaan bahasa dengan tujuan tertentu oleh si penulis puisi. Jadi singkatnya, puisi ini menuntut kehadiran PUEBI, tetapi ketika si penulis menyelipkan satu atau dua kata, bahkan kalimat yang tak sesuai dengan PUEBI dan standar tata bahasa Indonesia dengan tujuan tertentu, maka itu sah-sah saja. (Bukan karena penulis tak paham PUEBI, ya!).

3. Thesis, jurnal, laporan atau makalah dan anestesi
Nah, untuk tulisan yang satu ini, haram hukumnya meniadakan PUEBI. Itu dosa besar dan tak bisa ditoleransi. Karena standar dari penulisan thesis, jurnal, dan anestesi ini memang mewajibkan hal tersebut. Tulisan tersebut masuk ke dalam jenis academic writing, jadi sebagai seorang pelajar atau akademisi yang baik, sudah sepatutnya penulis dari jenis tulisan ini mewajibkan dirinya mengetahui ihwal keharusan penggunaan PUEBI.

4. Laporan jurnalistik atau surat kabar
Jenis tulisan ini paling sering kita jumpai di koran dan majalah. Dan ya, wajib menggunakan PUEBI dalam penyajiannya. Kalau tak percaya, cek sendiri dari berbagai sumber.

5. Artikel pada media cetak
Menulis artikel pada media cetak pun mengharuskan kita untuk menggunakan PUEBI di dalamnya. Jika PUEBI tak ada, jangan harap tulisan Anda lolos dari para kurator media cetak tersebut. Dan jangan pernah bermimpi tulisan Anda akan dimuat di sana. Ok?!

Dari kelima jenis tulisan di atas adalah garis besar dari kelompok tulisan yang mengaharuskan PUEBI ada di dalamnya.  Dan yang paling umum kita jumpai atau temukan.

Lalu, permasalahan selanjutnya adalah kapan kita boleh mengabaikan PUEBI dalam menulis? Oh, kalau itu ada waktunya, kapan waktunya PUEBI boleh diabaikan? Di saat PUEBI itu sendiri tidak diwajibkan ada, kalau dalam istilah fiqh disebut sunnah. Dianjurkan tapi tidak diharuskan atau diwajibkan.

Nah, contoh tulisan bagaimana yang boleh kita tulis dengan mengabaikan PUEBI? Simak penjelasan di bawah ini!

1. Artikel pada blog pribadi
Biasanya saat menulis artikel, penggunaan PUEBI sangatlah penting, terutama artikel yang ingin dikirimkan ke media cetak. Maka, memperhatikan PUEBI dan tata bahasa adalah wajib hukumnya. Namun beda ceritanya, ketika artikel itu ditulis dan ingin dipublikasikan secara pribadi, misalnya lewat blog pribadi, tanpa PUEBI pun tulisan Anda takkan mendapat dosa. Ya kali, blog pribadi, suka-suka gue dong, mau pake PUEBI atau kagak!

2. Status di media sosial
Nah, untuk jenis tulisan yang satu ini, PUEBI benar-benar tak ada nilainya. Terserah Anda mau menggunakannya atau tidak. Bebas, sebebas-bebasnya.

Dari kedua jenis tulisan ini adalah yang paling sering kita jumpai, yang dalam penyajian atau bentuk fisik tulisannya mengabaikan PUEBI dan kaidah bahasa Indonesia. Dan hal tersebut bukanlah masalah, karena memang urgensi PUEBI tidaklah terlalu dibutuhkan eksistensinya pada jenis tulisan ini.

Nah, itulah penjelasan singkat tentang penggunaan atau urgensi PUEBI pada jenis-jenis tulisan. Ada kalanya PUEBI itu harus diterapkan, pun ada kalanya, selama pesan yang penulis sampaikan pada pembaca dapat tersampaikan, itu tidak terlalu penting keberadaannya.


Penulis : Mujahid Berpena
Editor : Princess Meymey

0 Komentar untuk "Apa Sih PUEBI Itu?"

Post a Comment

ADS atas Artikel

ADS Tengah Artikel 1

ADS Tengah Artikel 2

ADS Bawah Artikel