Skip to main content

follow us




Kenapa aku harus diuji? Bertanya seakan hanya dirimu sendiri yang memikul beban dipundakmu. Tidak, teman! Setiap orang memiliki takaran masing-masing dalam hidup, sesuai batas kemampuannya. Kamu pasti pernah dengar atau membaca tentang kalimat, "Allah tidak akan pernah menguji di luar batas kemampuan hamba-Nya."

Jadi, jangan pernah merasa bahwa hanya kamu yang memiliki masalah di dunia ini. Jangan pula katakan bahwa masalahmu begitu besar, tapi katakanlah bahwa kamu memiliki Allah yang Maha Besar. Allah memberikanmu ujian, karena Dia tahu, kamu mampu melaluinya. Teruslah bersabar karena buah kesabaran itu nikmat.

"Akan ada pelangi setelah hujan reda."

Tahu pepatah di atas, bukan? Yah, kita percaya, tidak ada masalah tanpa adanya solusi. Tapi lagi-lagi muncul pertanyaan ketika masalah datang silih berganti.

MENGAPA MASALAH SEAKAN MENJADI MUSUH DALAM HIDUPKU?
MASALAH SATU SELESAI, MUNCUL MASALAH BARU!

"Sesungguhnya sesudah kesulitan, ada kemudahan." [QS. Al Insyirah 5 - 6]

Banyak batu kerikil yang harus kita lewati, masalah datang silih berganti tapi tetap berserah diri pada-Nya agar Allah selalu mempermudah jalan kita; diberi kesabaran saat ujian menghampiri dan ikhlas saat kehilangan sesuatu yang berarti dalam hidup. Bismillah ... karena yang harus kita sadari bahwa Allah akan menggantikan yang hilang atau pergi saat kita berusaha untuk melepaskannya.

Masalah kehidupan itu berbagai macam, termasuk masalah percintaan. Banyak orang yang patah hati ketika mencintai tak bisa memiliki, mencintai tapi dikhianati, dan lainnya. Sadar! Tidak perlu kekeh ingin tetap tinggal ketika orang yang kamu anggap begitu berarti, jika nyatanya ia tidak pernah menginginkanmu. Ia berhak bahagia, begitu pun dengan dirimu. Jangan memaksakan cinta yang tidak akan pernah bersatu, apalagi memaksa orang untuk mencintaimu.

Bagaimana bisa kamu egois, menginginkan orang yang sudah jelas bahagia dengan pilihannya?
Bagaimana bisa kamu egois, mencintai orang yang memiliki tambatan hati?
Jika kamu anggap tingkahmu itu benar, itu salah! Mencintai tak seegois itu.

Jadilah orang yang bisa menerima takdir, bukan menentangnya.
Jika ia tak bahagia denganmu, lantas mengapa membuat cerita yang tidak benar adanya?
Bahkan seringkali menyalahkan orang tersebut, yang nyatanya hatimu sendiri tak bisa dikendalikan.
Pikiran picik yang bahkan semua orang tahu, kamulah orang yang tak bisa menjaga hati dengan baik dan menyalahkan orang lain atas patah hati yang terjadi.

Hei! Move on! Jangan mode on terus!

Perjalanan hidup memang tak selamanya mulus. Ada saja batu krikil yang dilewati bahkan dilemparkan, tapi tetaplah tenang meski ombak pun ikut menerjang. Yah, benar! Memang setiap perjalanan yang kita tempuh tak semulus yang diharapkan, tetapi coba renungkan kembali, jalan yang kamu lalui apakah benar jalan yang seharusnya dipijak? Jangan selalu menyalahkan keadaan, apalagi menyalahkan takdir. [PM]

You Might Also Like:

Comment Policy: Silakan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar