Tsunami Selat Sunda Masih Menyisakan Duka (22/12/2018) - The Puisi

Tsunami Selat Sunda Masih Menyisakan Duka (22/12/2018)


Lampung Selatan masih berduka pasca tsunami selat sunda yang terjadi pada tanggal 22 Desember 2018. Musibah yang terjadi begitu dahsyat, sehingga memorak-porandakan beberapa bangunan dan rumah-rumah penduduk di Lampung Selatan tanpa memilih kaya ataupun miskin. Melenyapkan ratusan nyawa dan beberapa orang luka-luka. Pilu rasanya hati mendengar bahkan melihat semua itu. Apalagi sebagian adalah keluarga, teman, sahabat atau orang-orang yang dikenal. Sungguh luka itu belum jua mengering.

Semua relawan, artis, pejabat atau yang bekerja di bagian pemerintahan bahkan presiden pun turut berduka atas kejadian yang menimpa Lampung dan Banten. Mereka terjun langsung untuk membantu korban yang terkena dampak tsunami. Berusaha untuk membangkitkan semangat dan mengeluarkan korban dari rasa trauma yang ada.

Berikut ini puisi dibuat khusus untuk perenungan bersama atas musibah yang terjadi. Semoga kita semua bisa lebih sadar bahwa kehidupan di dunia ini hanyalah sementara. Pun apa yang kita miliki adalah titipan yang harus dipergunakan dengan baik. Hingga kelak, semua itu akan menjadi saksi di akhirat.


Datang Tanpa Permisi
oleh Princess Meymey

Laut yang tenang tiba-tiba bergolak, memberontak
Gelombang seakan ingin menerkam, sungguh mencekam
Langit berubah jadi hitam pekat, gelap
Tiada cahaya; gulita

Rinai hujan berjatuhan, serta merta, tanpa jeda
Angin berhembus begitu kencang, menerjang apa saja
Semua berlari selamatkan diri,
tanpa peduli kanan-kiri

Ombak datang tanpa permisi
Menggusur harta benda, porak poranda
Lenyapkan puluhan nyawa
tanpa memilih usia, tua-muda, binasa

Katanya, ini adalah ujian
Tapi ada yang berkata,
"Musibah yang terjadi adalah karena ulah tangan manusia itu sendiri." 
Lalu, siapa yang bersalah atau harus disalahkan?
Pikiran mulai berlarian membuat hati tak menentu

Mungkinkah ini semua murka Sang Pencipta?
Marahkah Ia pada hamba-Nya yang sering lalai?
Maafkan khilaf yang tak terkendali
Ampunkan dosa yang diperbuat
Biarkan matahari tersenyum kembali

Lampung, 29 Januari 2019


Dari musibah yang terjadi ini, saya (Meymey) sendiri memiliki pengetahuan baru yaitu TSUNAMI TANPA ADANYA GEMPA DAN TIDAK TERDETEKSI OLEH ALAT BMKG. Wow! Begitu dahsyatnya kuasa Illahi Rabbi, tanpa persiapan, apa pun bisa saja terjadi. Hal ini bisa saya simpulkan bahwa kematian tidak akan pernah menunggu kita siap, jika Allah berkehendak, maka diambillah nyawa umat-Nya tanpa menunggu bertaubat. Maka dari itu, mulailah berbenah dan perbaiki diri untuk terus dekat pada-Nya, agar ketika waktu telah memanggil, kita sudah siap menghadapi kematian. Surga atau Neraka, tidak ada yang tahu di mana tempat yang akan kita huni setelah kehidupan di dunia ini. Yang pasti, berlombalah dalam meraih ridha Allah untuk menempatkan Surga-Nya kelak.


Penulis : Princess Meymey
Editor (puisi) : Figo Kurniawan (Jurnalis BMI)

0 Komentar untuk "Tsunami Selat Sunda Masih Menyisakan Duka (22/12/2018)"

Post a Comment

ADS atas Artikel

ADS Tengah Artikel 1

ADS Tengah Artikel 2

ADS Bawah Artikel