Skip to main content

follow us




Berikut ini adalah beberapa contoh puisi tanpa aturan-aturan atau kaidah tentang puisi. Mungkin bisa dibilang mirip curhatan, tapi puisi kan memang ditulis berdasarkan isi hati seseorang dengan diberikan bumbu-bumbu berupa majas dan diksi-diksi yang luar biasa. Baiklah simak contoh puisi sederhana tanpa aturan apa pun di bawah ini. Tapi jangan pula untuk dijiplak ya, walau puisinya jelek juga harus dihargai. Hak cipta penulis, guys!

Ini puisi pernah terbit di buku Endless Love karya Irma Dewi Meilinda pada tahun 2016; Penerbit Uwais. Sebuah kumpulan kata-kata yang meracau. Mungkin sedikit gila karena terlalu mencintai seseorang. Haha! Oke, abaikan! Langsung saja diresapi puisi alakadarnya di bawah ini!

DILEMA

Aku diam bukan karena tak menghiraukanmu
Diamku karena terlalu memikirkan tentangmu
Mencoba hempaskan sayap untuk terbang bersamamu
Tapi kuterjatuh dan tak tahu ada di mana

Mencoba untuk bangkit
dengan melihat di sekelilingku
Tak ada seorang pun yang membantu
Bahkan dirimu pun ikut menghilang

Di mana kamu berada ketika aku butuh?
Jangankan sandaran, bahkan komunikasi pun lenyap!
Melupa? Mungkin saja!
Ah, aku terlalu bodoh karena berharap yang berlebih!

JENUH

Aku diam bukan tak mampu
Cuma meratapi kepedihan ini
Selalu bersabar menghadapinya
Tapi hatiku sungguh rapuh

Tak sanggup lagi dengan semua ini
Tak ingin lagi bersama orang yang membuat luka di hati
Mungkin kini saatnya melupakan semua harap
Melepaskan yang harusnya dilepaskan

Menjadi pendendam tak ada untungnya
Memberontak pun tak ada gunanya
Menangis dan mengeluh tak mengubah takdir
Sabar dan ikhlas adalah kunci utamanya

Pasrahkan takdir pada illaihi Rabbi ...
Jangan sampai terkena bisa ular
atau masuk dalam lubang buaya
semua terlihat semu, penuh tipu daya

PASRAH

Sedih!
Terluka!
Menangis!
Campur menjadi satu!

Ke mana bahagia itu?
Haruskah mencarinya sampai ke bulan?
Baru mengenal cinta, tapi dilukai!
Baru membuka hati, tapi dikhianati!

Adilkah ini?
Tentu tidak!

Ingin pasrah tapi dalam hal apa?
Ingin berontak tapi tak berdaya!
Aku terlalu bodoh dalam hal mencintai
Harusnya mencari yang ingin membahagiakan!

Ah, bodoh!

Revisi: Lampung, 23 Maret 2019

Catatan:
Teruntuk yang hatinya sedang terluka karena cinta.
Jangan biarkan dirimu terpuruk dalam kesedihan.
Jangan terbelenggu dalam masalah yang kauhadapi.
Jangan siksa batin dengan meratapi masalah yang menimpamu.
Karena setiap ujian yang datang, pasti ada hikmahnya.
Kokohkan iman di dalam dada.
Sucikan diri dengan tawadu.
Topang setiap langkah yang kautempuh.
Berserah diri pada-Nya atas takdirmu.
Hapuslah berlian yang jatuh di pipi manismu.
Kuatkan hati karena kamu tak sendirian.
Ada Tuhan bersama orang-orang yang sabar.

You Might Also Like:

Comment Policy: Silakan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar