Jangan Jadi Penulis Kalem! - The Puisi

Jangan Jadi Penulis Kalem!




Buat yang ingin menjadi penulis, sejauh mana niatmu untuk menerbitkan buku? Seseorang bisa disebut penulis, haruskah yang sudah memiliki buku saja? Bukankah yang memiliki media sosial juga sering kita temui menulis status? Lalu, siapa penulis itu? Seorang yang bisa membuat puisi, prosa, artikel, karya ilmiah dan lainnya; atau seseorang yang hanya menulis quote atau bahkan hanya posting status galau di media sosial? Mari kita kupas di bawah ini!

Banyak sekali kita temua, memilih menulis karena uang. Tapi tidak sedikit yang menulis karena memang ingin menginspirasi pembaca. Jika tujuan menulis karena uang, ketika apa yang diharapkan tidak sesuai dengan kenyataan yang diterima, otomatis kamu akan berhenti menulis dan mencari hal baru untuk mencapai tujuan tersebut. Akan tetapi jika tujuanmu menulis karena memang ingin mengeluarkan ide-ide yang (mungkin) bisa menginspirasi orang-orang, itu jauh lebih baik. Karena menulis tak melulu soal uang. Toh, banyak penulis yang sudah berhasil menghasilkan uang dari kesabaran dan kegigihannya dalam menulis.

Yang terpenting dalam menulis salah satunya adalah konsisten. Penulis-penulis best seller seperti Kang Abik, Asma Nadia, Tere Liye dan lainnya itu karyanya bisa terus digandrungi masyarakat karena mereka konsisten dengan apa yang mereka kerjakan. Pun bisa memikat hati pembaca dengan tulisan-tulisan yang mudah dipahami, dimengerti serta ada makna tersirat di dalamnya yang bisa menjadi motivasi bagi pembaca.

Jangan pernah bermimpi menjadi penulis yang karyanya cukup dikenal masyarakat jika kamu saja menulis hanya sekadar iseng atau ikut-ikutan. Menjadi penulis tak sebecanda itu! Jangan pula hanya memiliki keinginan, tapi tidak pernah ada usaha untuk mewujudkannya. Ibarat mengayuh sepeda tanpa roda. Semua akan sia-sia.

Prihal penjabaran dari penulis itu sendiri, menurutmu--penulis itu apa sih?

Menurut KBBI,
penulis/pe·nu·lis/n 1 orang yang menulis; 2 pengarang: ~ naskah; 3 panitera; sekretaris; setia usaha; 4 pelukis; penggambar;~ cepat orang yang menulis dengan huruf steno; ~ tajuk anggota redaksi yang ditugaskan menulis tajuk rencana pada surat kabar atau majalah;

menulis/me·nu·lis/v 1 membuat huruf (angka dan sebagainya) dengan pena (pensil, kapur, dan sebagainya): anak-anak sedang belajar ~; melukis baginya merupakan kesenangan yang dimulai sebelum ia belajar ~; 2 melahirkan pikiran atau perasaan (seperti mengarang, membuat surat) dengan tulisan: ~ roman (cerita), mengarang cerita; ~ surat membuat surat; berkirim surat; 3 menggambar; melukis: ~ gambar pemandangan; 4 membatik (kain): lebih mudah mencetak daripada ~ kain;

tulisan/tu·lis·an/n 1 hasil menulis; barang yang ditulis; cara menulis; 2 karangan (dalam majalah, surat kabar, dan sebagainya atau yang berupa cerita, dongeng, dan sebagainya); buku-buku (karya-karya tulis dan sebagainya): aku ingin membaca ~ Chairil; 3 gambaran; lukisan; 4 batik (yang dibatik bukan dicetak tentang kain); 5 ki suratan (nasib, takdir); dengan ~, dengan tertulis (tidak dengan lisan);~ cepat tulisan atau cara menulis dengan huruf-huruf yang dipendekkan, supaya cepat menulisnya; stenografi; ~ fitnah pencemaran nama baik seseorang melalui media ~ nasib untung malang yang ditentukan Tuhan; nasib; ~ penghinaan tulisan yang mengakibatkan kerugian orang lain atau mencemarkan nama baik orang lain; ~ tangan yang tertulis dengan tangan (bukan ketikan);

Jadi dapat disimpulkan, bahwa penulis adalah sebutan bagi orang yang melakukan pekerjaan menulis, atau menciptakan suatu karya tulis. Yang lebih penting, kita semua adalah seorang penulis; penulis catatan amal. Bumi atau kehidupan ini ibarat kertas, hati dan pikiran ibarat pena dan perbuatan ibarat tulisan; tinggal kita yang meramu semuanya akan menjadi tulisan baik atau buruk.

Guys, ingin menjadi penulis produktif itu harus rajin mengasah kemampuan tulisannya. Misalnya, dengan belajar dari orang yang sudah lebih dulu mengenal kaidah tulisan daripada kita atau yang sudah berpengalaman dalam tulis-menulis. Masuk grup-grup kepenulisan, jangan pula cuma numpang masuk kontak telepon saja tapi tidak pernah ikut berdiskusi dalam sebuah grup tersebut. Dari sekian banyak orang yang (katanya) ingin menjadi seorang penulis dan sudah masuk grup kepenulisan, pasti yang aktif cuma satu atau dua orang.

Jika memang ingin menjadi penulis produktif, cobalah luruskan niatmu sebelum terjun ke dunia literasi dalam lingkup kepenulisan. Kalau cuma ingin ketenaran, apa yang akan dibanggakan dari sebuah ketenaran jika pada akhirnya kamu akan menjadi angkuh dan sombong setelah mendapatkannya? Jika sudah memutuskan untuk belajar di salah satu grup atau komunitas penulis, cobalah satukan visi dan misi agar tujuan bisa tercapai.

Jadilah penulis liar dalam artian mau bekerja keras untuk menghasilkan karya terbaik. Jadilah penulis produktif yang mau terus belajar. Jangan menunggu ada instruksi untuk bimbingan, jika bertanya bisa mendapatkan jawabannya. Bertanyalah jika memang tidak mengerti, jangan diam lalu menghilang layaknya angin yang bertiup tanpa memberitahu maksud dan tujuannya datang itu untuk apa.

Jadi intinya, jika ingin menjadi penulis-penulis yang karyanya terus bersinar meskipun sudah tiada, lakukanlah yang terbaik. Bangun brand untuk hal itu. Jangan jadi penulis kalem yang banyak mimpi. Bermimpi itu boleh, tapi jangan terlalu banyak mimpi jika pada akhirnya kecewa akan di dapat. Kamu kecewa karena tidak bisa menjadi seperti apa yang diinginkan, tapi tidak pernah intropeksi diri, 'apa sih yang udah gua lakukan untuk menjadi seorang penulis?'

Satu hal lagi, dari postingan di media sosial yang kamu miliki, sebenarnya bisa kamu racik status yang tata bahasanya masih dibilang berantakan menjadi sebuah tulisan yang apik. Lambat laun, kamu akan terbiasa menulis dengan tata bahasa yang lebih beraturan. Oke, mungkin segini saja dulu tips dan masukan dari saya. Jika ada yang ingin ditanyakan atau ingin menambahkan, silakan tinggalkan jejak di kolom komentar. Terima kasih sudah berkunjung di situs www.thepuisi.com. Salam sukses untuk kita semua. [PM]

0 Komentar untuk "Jangan Jadi Penulis Kalem!"

Post a Comment

ADS atas Artikel

ADS Tengah Artikel 1

ADS Tengah Artikel 2

ADS Bawah Artikel