Menguak Kisah Tokoh Lampung yang Bernama Rasyid Ridho - The Puisi

Menguak Kisah Tokoh Lampung yang Bernama Rasyid Ridho

Rasyid Ridho


Rasyid Ridho adalah salah satu tokoh Lampung yang cukup dikenal oleh masyarakat. Bagaimana tidak, pria kelahiran 13 September 1953 di Desa Ujanmas, Kecamatan Pengadonan, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan ini memiliki segudang prestasi. Beliau merupakan anak ketiga dari enam bersaudara yang lahir dari pasangan H. Lipur bin Suhar dan ibu Hj. Maisyah binti H. Abdul Gani.

1. MASA PENDIDIKAN

Masa kecil Rasyid bersekolah di SD Negeri 2, Desa Ujanmas, Kecamatan Pengadonan, Kabupaten OKU, lulus pada tahun 1966. Pendidikan formalnya dilanjutkan ke SMP Negeri 2 Baturaja dan lulus pada tahun 1969. Kemudian, beliau masuk ke SMA Negeri 1 Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara, lulus pada tahun 1972.

Usai menamatkan pendidikan menengahnya, Rasyid mencoba mengikuti tes masuk Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) bagian Kepolisian (AKPOL) dari Sumatera bagian Selatan. Dari ribuan orang yang mendaftar dan mengikuti tes, ternyata hanya ada tiga orang yang dinyatakan lulus oleh panitia dan salah satunya adalah beliau yang mewakili Provinsi Lampung.

Luar biasa, bukan? Ketika ada seorang anak desa yang berhasil diterima masuk pendidikan AKABRI. Apalagi saat itu beliau merupakan satu-satunya putra terbaik dari Provinsi Lampung yang berhasil menjadi taruna AKABRI bagian kepolisian. Pendidikan AKABRI dijalani selama empat tahun (1973-1976), sedangkan pendidikan umum bersama rekan-rekannya dari AKABRI bagian Darat, Laut, dan Udara dijalani selama satu tahun. Empat bulan basis (pendidikan dasar kemiliteran) dan sisanya pendidikan dasar lainnya.

Memasuki tahun kedua (Tingkat II), para taruna dipisah dan mengikuti pendidikan sesuai jurusan masing-masing. Pendidikan AKABRI bagian Darat dilaksanakan di Magelang, AKABRI bagian Laut di Surabaya, dan AKABRI bagian Udara di Yogyakarta, sedangkan khusus AKABRI bagian Kepolisian di Sukabumi. Pendidikan taruna berlangsung selama tiga tahun diselesaikan dengan baik oleh Rasyid. Akhirnya pada Desember 1976, alumni SMA Negeri 1 Kotabumi ini mengikuti acara Prasetia Perwira (Praspa) atau upacara pelantikan sebagai Perwira Pertama dengan pangkat Letnan Dua (Letda) -sekarang menjadi IPDA (Inspektur Dua)- di Kampus AKABRI Udara di Maguwo, Yogjakarta.

Wow, keren! Dari semua perjalanannya menempuh pendidikan, patut diacungi jempol. Perjalanannya untuk bisa sampai saat ini tidak sampai di situ saja, masih banyak yang harus dilalui untuk terus membuat keluarga bangga khususnya dan mengharumkan nama baik Lampung pada umumnya.

2. MASA PENGABDIAN SEBAGAI PRAJURIT POLRI

Tugas pertama Rasyid Ridho sebagai anggota Polri diawali dengan penugasan di daerah Kalimantan Barat selama 11 tahun. Siapa sangka, di daerah ini pula beliau menemukan jodohnya -Supriyanti- seorang wanita cantik asal Yogjakarta. Mereka akhirnya menikah di Pontianak, tanggal 5 Mei 1983. Pada saat itu, Rasyid Ridho berpangkat Kapten; sekarang AKP (Ajun Komisaris Polisi).

Periode 1977-1988, Rasyid mengawali tugasnya sebagai Komandan Sektor Kepolisian (Dansek) Empanang (Kapolsek), Polres Kapuas Hulu (berbatasan dengan Serawak, Malaysia) dengan pangkat Letda. Kemudian beliau menjabat sebagai Komandan Polisi Sektor Kota (Dansekta) Pontianak Timur, Polresta Pontianak. Pangkat beliau pun naik menjadi Letnan Satu (Lettu); sekarang dikenal dengan sebutan IPTU (Inspektur Satu). 

Jabatan pria ketiga dari enam bersaudara ini selanjutnya adalah sebagai Dansat Sabhara Polresta Pontianak, Kabag Ops Polres Sintang dan  Kabag Ops Polresta Pontianak. Pangkat beliau pun saat itu naik menjadi Kapten, yang sekarang dikenal dengan sebutan Ajun Komisaris Polisi (AKP). Lalu jabatannya bergeser lagi menjadi Paban IV/Dalpro Srena Polda Kalimantan Barat. Pangkat beliau pun naik menjadi Mayor Polisi; sekarang dikenal sebagai Komisaris Polisi (Kompol).

Selanjutnya, ayah dari seorang putri tunggal Hj. Karina Rhianti ini mendapat tugas belajar di PTIK (Perguruan Tinggi ilmu Kepolisian) Jakarta Angkatan XXV/WKK selama dua tahun (1988-1990). Beliau menjadi salah satu lulusan terbaik PTIK dengan mendapat ranking tiga. Mungkin karena prestasi tersebut, maka beliau ditempatkan oleh pimpinan Polri di Polda Metro Jaya. Hebat, kan? Prestasi yang cukup menginspirasi dan masih banyak lagi prestasi yang tidak bisa dijelaskan satu per satu.

Selain jabatan formal dalam lingkungan Polri, Rasyid juga pernah menduduki beberapa jabatan penting dalam berbagai organisasi atau lembaga seperti anggota Komisi Pengawas Advokat DPN Peradi, Kepala Departemen Hukum & Advokasi PP Polri, Penasihat DPP Granat, Wakil Ketua Umum Ormas TP Sriwijaya, Ketua Bidang Tembak Reaksi Perbakin Pengda DKI, dan Anggota Dewan Ahli ISNU Pusat.

3. TANDA PENGHARGAAN

Selama Rasyid bertugas sebagai anggota Polri, beberapa penghargaan yang pernah diperoleh, di antaranya :

  • Satya Lencana Ksatria Tamtama
  • Satya Lencana Karya Bhakti
  • Satya Lencana Dwija Sistha
  • Satya Lencana Kesetiaan 24 Tahun
  • Satya Lencana Bintang Bhayangkara Nararya
  • Satya Lencana Jana Utama

4. KEMBALI BERJUANG MELALUI PARLEMEN

Perjuangan Rasyid Ridho tidak sampai di situ, pensiun dari anggota Polri membuat Rasyid terus berjuang dalam membangun bangsa ini. Pengalamannya selama ini yang sering membantu banyak orang, baik dari kalangan keluarga maupun masyarakat umum, membuatnya terpanggil untuk berbuat sesuatu yang lebih besar bagi bangsa dan negara. Salah satu cara beliau untuk berjuangnya adalah melalui jalur parlemen.

Motto hidupnya adalah
"Bersama Kita Wujudkan Kesejahteraan dan Keamanan Masyarakat.”

Saat ini pun Rasyid turut serta dalam pencalonan sebagai Calon Anggota Legislatif (Caleg) Partai PDI Perjuangan dari Daerah Pemilihan (Dapil) Lampung 2 Nomor Urut 4. Salah satu alasannya ingin menjadi wakil masyarakat Lampung adalah karena beliau sebelumnya pernah bertugas di daerah tersebut dan cukup mengenal kondisi geografi, culture, dan karakter masyarakat Lampung. [PM]

0 Komentar untuk "Menguak Kisah Tokoh Lampung yang Bernama Rasyid Ridho"

Post a Comment

ADS atas Artikel

ADS Tengah Artikel 1

ADS Tengah Artikel 2

ADS Bawah Artikel