Percayakan Takdirmu Pada Pemilik Hati - The Puisi

Percayakan Takdirmu Pada Pemilik Hati

Illustrator image by Princess Meymey


Aku ingin, butuh dan rindu cinta. Tapi, di mana cintaku berada? Katanya cinta itu buta! Tapi kenapa banyak yang turut andil dalam hal mencintai? Katanya cinta itu gila! Iya, gila karena mengikuti hawa nafsu. Cinta terkadang seperti air dan api. Tak bisa menyatu meski saling menginginkan.

Hidup tanpa cinta, seperti kopi tanpa gula; pahit! Hidup tanpa cinta, seperti pohon tanpa akar; tumbang! Cinta itu seperti langit dan bumi, selalu ada perbedaan. Namun, karena cinta, seseorang bisa menjadi egois dan posesif.

Contoh kecil saja, ketika mencintai, ada yang berdoa seperti ini;
"Ya Tuhanku! Izinkan aku bahagia bersamanya. Izinkan aku untuk mencintainya selamanya. Izinkan aku memilihnya menjadi pendamping hidupku. Tolong, jodohkanlah aku dengannya!"

Kan egois banget kalau berdoa seperti itu. Padahal, yang menentukan si pulan dan pulana berjodoh itu hanya Allah. Meminta boleh, tapi jangan memaksa. Sesuatu yang berlebih itu tidak baik, kawan! Bahkan ketika seseorang yang kamu cintai memilih orang lain untuk menjadi pendamping hidupnya, kau masih saja kekeh untuk berjodoh dengannya. Cinta tak seegois itu, guys! Cinta boleh, obsesi jangan!

Terutama manusia zaman now! Bahkan anak kecil saja sudah kenal dengan cinta-cintaan. Sudah merajut mimpi, halu dengan masa depan bersama orang yang dicintai. Bukan apa, anak-anak yang dewasa sebelum waktunya itu tidak baik untuk masa depannya. Tidak salah sih, mungkin itu yang dinamakan cinta monyet. Tapi kita sebagai orang tua, kakak, guru dan orang yang peduli akan pendidikan masa depan mereka, harus benar-benar memperhatikan pergaulannya. Bukan bermaksud membatasi, lebih cenderung mengawasi.

Dan untuk yang bisa dikatakan usia sudah matang untuk membina rumah tangga, jangan khawatirkan tentang jodoh. Bagaimana jika yang datang menjemput bukan orang yang selama ini kamu sebut namanya dalam doa (maaf), melainkan kematian yang lebih dulu menjemput? Ini bukan maksud untuk menakut-nakuti atau mendahulukan takdir, lebih pada menjadi sebuah renungan untuk kita semua agar jangan melulu sibuk memikirkan urusan dunia. Cobalah pikirkan, apa yang akan dibawa untuk menyelamatkan kita dari panasnya api neraka. Semoga kita semua menjadi ahli Surga. Aamiin. [PM]

Sumber inspirasi :
Endless Love karya Irma Dewi Meilinda a.k.a Princess Meymey
Terbit di Penerbit Uwais, pada tahun 2016.
ISBN : 978-602-6926-27-2

0 Komentar untuk "Percayakan Takdirmu Pada Pemilik Hati"

Post a Comment

ADS atas Artikel

ADS Tengah Artikel 1

ADS Tengah Artikel 2

ADS Bawah Artikel