Belajar Membuat Cerpen Itu Mudah - The Puisi

Belajar Membuat Cerpen Itu Mudah




SABAR MEMBAWA BAHAGIA
Oleh Princess Meymey



Di suatu ketika, terdapat pasangan suami-isteri yang hidup penuh dengan lika-liku rumah tangga, namun berbagai konflik yang terjadi, tidak membuat pasangan suami-isteri ini bercerai. Hingga pada suatu hari, mereka pergi ke salah satu super market yang tidak jauh dari tempat tinggal mereka. Mereka pergi untuk membeli perlengkapan dan keperluan sehari-hari.

Setibanya di super market, Ali mulai memarkirkan mobilnya yang tidak jauh dari pintu masuk. Fira dan Ali pun membuka pintu mobil dan bergegas untuk masuk ke dalam super market tersebut. Ketika mereka hendak masuk ke dalam super market, tiba-tiba langkah kaki Ali terhenti karena melihat penjual batu akik yang ada di dekat pintu masuk.

***

Percakapan di antara kedua pasangan suami isteri pun dimulai.

"Sayang, semua orang sekarang pada demam batu akik, ya!" seru Ali sambil tersenyum.

"Iya, karena cintanya pada batu akik, sampai-sampai lupa pada pasangan dan keluarganya!" ujar Fira sembari mengerutkan bibirnya.

"Tapi aku tidak demikian, Sayang," jelas Ali sambil mencubit pipi chubby istrinya.

"Ah, kamu sama saja dengan yang lainnya!" kata Fira dengan nada ketus.

"Aku memang lagi demam, tapi demam memikirkanmu terus," goda Ali sembari tersenyum genit.

"Ih, kamu ...,” ucap Fira tersipu malu.

***

Lalu, mereka berdua pun pergi dari tempat penjual batu akik tersebut. Keduanya mulai melihat-lihat serta memilih barang-barang yang diperlukan. Saat sedang asyik memilih alat-alat elektronik dapur, tiba-tiba suami Fira hendak pergi meninggalkan isterinya karena melihat suatu benda yang memikat hatinya di salah satu tempat. Tanpa berkata apa pun, Ali langsung berjalan menghampiri tempat tersebut.

Tidak lama kemudian, sang isteri sadar bahwa suaminya menghilang dari hadapannya. Fira mulai celingak-celinguk kebingungan mencari-cari suaminya, padahal sang suami berada tidak jauh dari toko elektronik tempatnya berbelanja. Fira merasa khawatir dan semakin bingung. Mencoba mencari suaminya, tapi di sekitarnya terdapat banyak orang yang menghalangi pandangannya.

Fira berusaha untuk keluar dari kerumunan itu, hingga pada akhirnya, ia berhasil keluar. Bergegas mencari suaminya dan ternyata sang suami sedang sibuk memilih-milih pakaian yang sangat indah.

Fira langsung menghampiri suaminya dan berkata, "Suamiku, kamu sedang memilih baju untuk siapa?" tanya Fira penasaran sambil mengerutkan keningnya.

Suaminya hanya tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepala.

"Kamu lupa besok hari apa?" tanya Ali.

"Besok hari minggu, kan?" Fira balik bertanya dengan wajah polosnya.

Ali hanya bisa tersenyum karena isterinya lupa akan tanggal pernikahan mereka. Kemudian Ali menyuruh istrinya untuk mengingat-ingat kembali akan hari spesial mereka berdua. Fira terdiam dan mencoba mengingat-ingatnya, namun ia benar-benar lupa kalau besok hari pernikahan mereka yang berusia 1 (satu) tahun. Tanggal pernikahan pasangan ini yaitu pada tanggal 31 Mei 2014.

Setelah ia mengingat-ingat akan hari penting itu, ia tersenyum sambil meminta maaf kepada suaminya dan mengatakan, "Maaf, Sayang, bukan maksud aku untuk melupakan hari penting kita. Tapi aku memang benar-benar lupa karena memikirkan untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Apalagi kita baru pindah rumah."

Ali sempat berpikir kalau isterinya tidak begitu perduli akan hari pernikahan mereka, ia bahkan berpikiran yang tidak-tidak terhadap isterinya.

"Iya, isteriku tersayang. Tidak apa-apa, kok!” ujar Ali, singkat.

Ali meminta kepada penjual baju tersebut untuk membungkus baju yang sudah dipilihnya. Lalu, kedua pasangan ini pun lekas pergi dan menuju tempat parkir.

***

Di tempat parkir, Ali memasukkan barang-barang yang mereka beli ke dalam bagasi mobil. Sedangkan isterinya, menunggu di dalam mobil sambil mengelus-elus perutnya.

“Nak, kapankah Tuhan akan menitipkanmu kepada ibu? Berharap di hari ulang tahun pernikahanku esok, Tuhan memberikan hadiah yang sangat aku inginkan sejak lama.” Fira senyum-senyum sendiri membayangkan bagaimana jika ia telah dikaruniai seorang anak.

Tiba-tiba suaminya masuk ke dalam mobil, suara pintu yang dibuka oleh Ali tidak dihiraukan Fira karena masih dalam hayalannya. Ali melihat istrinya yang sedang senyum-senyum sendiri tersebut langsung menegur.

“Kamu sedang melamunkan apa, sih? Apa kamu baik-baik saja?” tanya Ali penasaran.

Fira merasa terkejut dan langsung tersadar dari hayalannya. “Ah, kamu mengagetkanku saja! Aku baik-baik saja, kok! Ayo, tancap gas, kita segera menuju jalan pulang!” ujar Fira yang masih tersenyum memikirkan apa yang dibayangkan tadi. Ali langsung menyalakan mesin mobilnya dan mobil pun langsung berjalan menuju rumah mereka.

Setibanya di rumah, Fira merasa pusing dan tiba-tiba penglihatannya menjadi gelap. Ia tidak melihat apa-apa yang ada di sekitarnya, hingga pada akhirnya, Fira hampir terjatuh tapi Ali yang berada di belakangnya, langsung meletakkan barang-barang belanjaan mereka. Dengan langkah cepat, Ali menangkap isterinya yang hampir terjatuh di teras rumah.

Ali berteriak meminta pertolongan, berharap ada yang mendengar. Akhirnya ada yang mendengar teriakan Ali, ia adalah tetangga baru Ali yang juga adalah seorang dokter. Fira langsung digendong oleh Ali untuk dibawa ke dalam rumah, kemudian dokter tersebut memeriksa kondisi Fira.

Setelah selesai diperiksa, dengan rasa yang penuh kekhawatiran, Ali langsung menanyakan sebenarnya apa yang terjadi kepada isterinya.

"Dok, apakah isteri saya baik-baik saja? Mengapa ia belum juga sadarkan diri,” tanya Ali dengan rasa cemas.

Dokter hanya bisa tersenyum dan berkata, “Isteri Anda baik-baik saja, Pak. Dia hanya kelelahan. Mungkin hari ini dia terlalu banyak beraktivitas sehingga lupa untuk menjaga kesehatannya.”

Mendengar penjelasan dari dokter, Ali merasa bersalah karena membiarkan isterinya terlalu banyak beraktivitas dan merasa tidak bisa bertanggungjawab sebagaimana mestinya menjadi seorang suami. Dokter tersebut langsung berpamitan karena ada urusan yang sangat penting lainnya dan memberikan vitamin kepada Ali agar bisa vitamin tersebut diberikan ketika Fira terbangun.

Ali mengucapkan banyak terima kasih kepada dokter itu karena sudah mau membantunya. Ali juga memberikan bayaran kepada dokter untuk jasa yang diberikan. Namun dokter tersebut menolak untuk menerimanya.

Tidak lama kemudian, setelah berjam-jam Fira tidak sadarkan diri, akhirnya terbangun juga. Tapi penglihatannya masih kabur, kepala pun masih terasa pusing.

Ali masuk ke kamar dan melihat isterinya sudah terbangun. Lalu, Ali menghampiri isterinya dan berkata, “Alhamdulillah, kamu sudah sadarkan diri. Aku tadi panik saat kamu pingsan berjam-jam. Aku kira kamu kenapa-kenapa. Ini aku sudah menyiapkan makanan dan ada vitamin dari dokter. Setelah selesai, kamu langsung istirahat, ya!” kata Ali sambil mencium kening isterinya.

Fira hanya mengangguk dan mulai makan. Ali meninggalkan isterinya di kamar dan langsung menuju ruang kerjanya yang tidak jauh dari kamar tidur mereka.

Di ruang kerjanya, Ali memikirkan sebenarnya apa yang terjadi, mengapa isterinya bisa tumbang seperti itu. Melihat meja kerjanya, ia menemukan batu cincin. Ali jadi teringat akan cincin peninggalan dari almarhum ayahnya. Ali melupakan sejenak tentang kondisi isterinya dan mulai flashback mengenai asal usul batu cincin yang dimilikinya tersebut.

***

Keesokan harinya, matahari pagi menyambut dengan penuh suka-cita. Pada tanggal 31 Mei 2015, hubungan pernikahan Fira dan Ali tepat satu tahun. Akhirnya, setelah sabar menanti buah cinta mereka, Allah titipkan bayi di dalam rahim Fira. Karena belum pernah cek ke dokter, Fira juga tidak menyadari kehamilannya yang saat ini menginjak 1,5 bulan. Sebuah kado terindah dari Allah di hari pernikahan mereka. Keduanya sangat bahagia dan menjaga titipan itu dengan baik.

Jika kita bersabar, maka Allah akan selalu memberikan kebahagiaan yang tak terduga. Allah Maha Memberi dengan segala yang dimiliki-Nya. Kuncinya adalah sabar dan ikhlas.

- S E L E S A I -


Lampung (2015)


Dari cerpen di atas, penulis hanya menuliskan kisah pada poin-poin tertentu saja, tanpa harus menjelaskan detail bagaimana kronologi kisah yang diceritakan. Karena pada dasarnya, cerpen memang hanya berisi satu konflik. Walaupun feel belum dapat, tapi untuk penulis pemula, kita bisa menjadikan cerpen di atas sebagai contoh, minimal bisa menuangkan ide-ide di kepala. Lambat laun, pasti tulisan kita akan berkembang. Asal penulis mau membaca dan terus belajar. Semoga artikel kali ini juga bermanfaat untuk pembaca. Terima kasih telah berkunjung. Jangan lupa baca artikel lainnya. Share jika dirasa bermanfaat. Kami juga butuh kritikan dan saran dari pembaca untuk terus mendukung kami dalam dunia literasi, khususnya bidang kepenulisan.

0 Komentar untuk "Belajar Membuat Cerpen Itu Mudah"

Post a Comment

ADS atas Artikel

ADS Tengah Artikel 1

ADS Tengah Artikel 2

ADS Bawah Artikel